Jelang 1 Muharram 1440 H, Bagaimana Umat Muslim Harusnya Menyambut Tahun Baru Islam 2018

akan memasuki tanggal 1 Muharram 440 H yang artinya umat muslim akan merayakan tahun baru Hijriah.

Jelang 1 Muharram 1440 H, Bagaimana Umat Muslim Harusnya Menyambut Tahun Baru Islam 2018
istimewa
Suasana kemeriahan memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah masih berlangsung. 

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.

Baca: Rocky Gerung Ditolak Jadi Narasumber Diskusi di Palembang, Lalu Beberkan Kesalahan Polisi

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”

Sikap yang tepat adalah menyambut tahun baru Hijriah ini dengan meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Jangan justru menyambutnya secara berlebihan, maka mengarah pada perbuatan syirik.

Karena seseorang akan dimintai pertanggung jawaban nanti hari kiamat tentang mereka.

Allah berfirman, “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At-Tahrim: 6).

Selain itu, hendaknya kita melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepada kita dengan sebaik-baiknya, karena nanti di hari kiamat, anggota tubuh seseorang akan berposisi sebagai musuh baginya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana cara bersikap pada tahun baru Hijriyah tanggal 1 Muharram 1440 H nanti.

(Banjarmasinpost.co.id/ noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help