Berita Tabalong

KPH Miliki Rambu Sistem Peringkat Bahaya, Karhutla Tabalong Masih Kategori Tinggi

Semenjak memasuki kerawanan terjadinya karhutla, KPH telah memasang rambu Sistem Peringkat Bahaya Karhutla.

KPH Miliki Rambu Sistem Peringkat Bahaya, Karhutla Tabalong Masih Kategori Tinggi
Dony Usman
Plh Kepala KPH Tabalong Zainal Abidin memperlihatkan beberapa peralatan untuk penanggulangan karhutla 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga saat ini terus menjadi pantauan sejumlah pihak terkait.

Seperti yang dilakukan jajaran UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong dan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel.

Semenjak memasuki kerawanan terjadinya karhutla, KPH telah memasang rambu Sistem Peringkat Bahaya Karhutla.

Baca: Sujiwo Tejo Sebut Rantai Kekacauan Soal Ustadz Abdul Somad Batalkan Ceramah Karena Dugaan Intimidasi

Rambu itu terpampang di halaman depan kantor KPH yang ada di kawasan Mabuun, Tabalong, sehingga bisa dilihat dengan mudah.

Baca: Kagetnya Anies Baswedan Saat Kunjungi Jonatan Christie karena Lihat Kondisi Rumahnya

Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, untuk saat ini berdasarkan petunjuk dari rambu yang ada, potensi karhutla berada di area kuning yang berarti masih tinggi.

Plh Kepala KPH Tabalong Dishut Provinsi Kalsel, Zainal Abidin, yang ditemui, Senin (3/9/2018), mengatakan, rambu itu sengaja dibuat agar bisa menjadi informasi bagi siapa saja.

Baca: Sindiran Sujiwo Tedjo Untuk Najwa Shihab yang Disebut Calon Ketua Timses Jokowi Maruf Amin

Petugas KPH Tabalong saat mengamati rambu peringkat bahaya karhutla yang dipampang di halaman depan kantor.
Petugas KPH Tabalong saat mengamati rambu peringkat bahaya karhutla yang dipampang di halaman depan kantor. (Dony Usman)

"Rambu kita pasang Juli tadi, untuk saat ini posisi potensinya masih tinggi," katanya.

Posisi kerawanan, pernah berada di area merah yang menandakan peringkatnya ekstrim karena memang cukup sering terdeteksi satelit.

Masih menurut Zainal, untuk menghadapi karhutla pihaknya secara khusus telah membentuk brigade karhutla dan mendirikan sebuah posko.

"Posko ini didirikan tahun 2017 lalu dan bersifat permanen, waktu itu kita sudah ada brigade karhutla sebanyak 15 orang," ujar pria yang juga menjabat Kasi Perlindungan Hutan KPH Tabalong ini.

Selain membentuk brigade dan posko karhutla, sebagai upaya pencegahan pihaknya juga rutin melakukan patroli ke kawasab hutan dan juga sosialisasi ke masyarakat agar tidak membakar lahan maupun hutan.

Kemudian didukung juga dengan mengaktifkan Masyarkat Peduli Api (MPA) yang hingga saat ini sudah ada di delapan desa.

"Masing-masing di Desa Saradang. Desa Kinarum, Desa Santuun, Desa Argomulyo, Desa Burum, Desa Panaan, Desa Nawin dan Desa Bumi Makmur," rincinya.

Keberadaan MPA ini sangat membantu karena akan menjadi yang pertama kali melakukan tindakan apabila terjadi karhutla.

Untuk itulah setiap MPA sudah dibekali pelatihan penanggulanan, penggunaan alat dan juga pembuatan alat pemadam berupa kepyok.

Mengingat cukup pentingnya peran MPA ini, Zainal menyampaikan pihaknya pun berencana akan melakukan penambahan di beberapa desa lainnya.

"Target kita ada penambangan tiga MPA lagi untuk Desa Purui, Desa Lano dan Desa Kaong. Rencananya kita akan menggandeng pihak ketiga untuk pembentukan dan saat ini masih dalam proses," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help