Berita Banjarbaru

Turun, Tapi Indeks Demokrasi Kalsel Diurutan 10 Peringkat Teratas Kenaikan IDI di Indonesia

Khusus Kalsel di 2017 peningkatan IDI sebesar 2, 82 poin masih lebih tinggi dibandingkan IDI nasional sebesar 2,02

Turun, Tapi Indeks Demokrasi Kalsel Diurutan 10 Peringkat Teratas Kenaikan IDI di Indonesia
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Jumpa Pers BPS Kalsel, Senin (03/09/2018), Kepala BPS Kalsel Diah Utami menyampaikan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, Banjarbaru - Pencapaian nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada tahun 2017 di seluruh provinsi di regional Kalimantan berada di atas angka IDI nasional. Namun, khusus Kalsel di 2017 peningkatan IDI sebesar 2, 82 poin masih lebih tinggi dibandingkan IDI nasional sebesar 2,02.

Meski capaian kinerja Indeks Demokrasi Indonesia(IDI) Kalsel tahun 2017 masuk dalam kategori sedang, tetapi beberapa kejadian membuat beberapa skor dalam indikator IDI mengalami penurunan.

Sehingga penurunan indikator itu masuk dalam kategori "buruk" atau skor berada di bawah 60. Salah satu kejadian yang mempengaruhi indikator itu adalah masih adanya ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis dan kelompok.

IDI sendiri merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty) Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy).

Baca: Ustadz Abdul Somad Pilih ke Pangkajene, Mardani Ali Sera Sebut Patut Bersedih

Baca: Ini Alasan Polisi Tembak Kawanan Pencuri Sarang Burung Walet di Lamandau

Metodologi penghitungan IDI menggunakan empat sumber data yaitu review surat kabar lokal, review dokumen (Perda, Pergub, dll), Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara mendalam.

Dalam Jumpa Pers BPS Kalsel, Senin (03/09/2018) Kepala BPS Kalsel Diah Utami didampingi para kepala bidang (kabid) diantaranya Kabid Statistik Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa IDI Provinsi Kalsel 2017 mengalami peningkatan sebesar 2,82 poin dibandingkan tahun 2016.

"IDI Kalsel di tahun 2017 mencapai angka 76, 25 dalam skala nol sampai seratus. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yakni 73,43. Capain kinerja demokrasinya masuk dalam kategori sedang," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Meski begitu terjadi perubahan angka IDI dari 2016-2017 karena pengaruh tiga aspek demokrasi. Aspek itu adalah kebebasan sipil mengalami penurunan 0,88 poin yakni dari 61, 04 menjadi 60, 16. Aspek kedua yakni hak-hak politik turun 2,49 poin dari 83, 58 menjadi 81,09 . Tetapi aspek lembaga demokrasi meningkat 15, 90 poin dari 72, 89 menjadi 88,79.

Menurut Diah, IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia dirancang untuk sensitif terhadap naik turunnya kondisi demokrasi. Dalam hal ini, IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian sehingga potret yang dihasilkan merupakan realitas yang terjadi.

Baca: Ini Alasan Polisi Tembak Kawanan Pencuri Sarang Burung Walet di Lamandau

Baca: Bangunan Pasar Modern Agrobisnis Barabai Rampung, Pedagang Tidak Tahu Jadwal Kepindahan

Lebih lanjut Kabid Statistik Sosial Agnes Widiastuti memaparkan bahwa di tahun 2017 ada kejadian yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat. Hal itulah yang menyebabkan skor IDI Kalsel turun. Kejadian lainnya adalah dari aspek kebebasan sipil yakni adanya ancaman penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender.

"Meski begitu IDI Kalsel merupakan 10 peringkat teratas kenaikan IDI di Indonesia," ujarnya.

Indikator itu menurutnya menjadi perhatian khusus dari semua pihak agar nilainya membaik.

Sedangkan indikator IDI yang mengalami kenaikan adalah peran partai politik. Hal itu karena pada tahun 2017 , partai politik gencar melakukan kaderisasi. Kegiatan kaderisasi itu tidak lain karena pada tahun 2018-2019 ini merupakan tahun politik yakni digelarnya pemilihan anggota legislatif. (banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help