Berita Batola

Balai Pengawasan Tenaga Kerja Kalsel Temukan Kejanggalan Tewasnya Sopir Truk Tronton

Balai pengawasan ketenagakerjaan wilayah I Kalsel untuk wilayah Batola dan Banjarmasin, menemukan ada kejanggalan kasus Nawawi (29),

Balai Pengawasan Tenaga Kerja Kalsel Temukan Kejanggalan Tewasnya Sopir Truk Tronton
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Kalsel untuk wilayah Batola dan Banjarmasin, Khairil Anwar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID.BATOLA - Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Kalsel untuk wilayah Batola dan Banjarmasin, mengharapkan Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Batola untuk mediasi pertemuan beberapa pihak terkait soal kasus Nawawi (29), sopir truk tronton yang tercebur di pelabuhan PT Talenta perairan Sungai Barito, kawasan Kecamatan Bakumpai.

“Iya kita minta Dinas Tenaga Kerja Batola bisa menfasilitas pertemuan baik PT Talenta, Polairud Polres Batola dan semua dinas lainya untuk kasus kecelakaan kerja di sungai ini,” kata Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Kalsel untuk wilayah Batola dan Banjarmasin, Khairil Anwar, Selasa (4/9/18).

Balai pengawasan ketenagakerjaan wilayah I Kalsel untuk wilayah Batola dan Banjarmasin, menemukan ada kejanggalan kasus Nawawi (29), sopir truk tronton yang tercebur di pelabuhan PT Talenta perairan Sungai Barito, kawasan Kecamatan Bakumpai hingga meninggal itu ada unsur kelalaian keselamatan kerja.

“Perintah Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalsel kasus sopir truk tronton tercebur ke Sungai Barito ini dimonitor bersama-bersama pihak kepolisian. Ada dugaan unsur kelalaian dari kecelakaan kerja ini,” kata Khairil Anwar.

Baca: Paman Birin Bangun Kampung di Setdaprov, Ini Nama Kampungnya

Baca: Raih Satu Poin di Kandang Persigo Semeru FC, Monster Soroti Lini Penyerang

Menurut Khairil, meski kasus terceburnya sopir truk batu bara ke sudah ditangani Polairud Polres Batola, namun Balai pengawasan ketenagakerjaan wilayah I Kalsel untuk wilayah Batola dan Banjarmasin tetap akan melakukan monitoring.

“Saya juga bingung izin yang diberikan PT Talenta itu pemindahan batu baranya otomatis. Kenapa masih pakai sistem manual, yakni truk tronton batu bara itu naik ke tongkang," katanya.

Dijelaskannya, mobil truk tronton seharusnya tidak boleh masuk ke dalam tongkang batu bara karena itu berarti sistemnya manual.

“Setahu kita, izin yang diberikan ke PT Talenta itu sistem compiyer sistem otomatis yakni sesuai izin dalam satu paket dermaganya,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help