Pileg 2019

Bawaslu Meloloskan Mantan Napi Korupsi, Rahmat Bagja Sebut Salah Satu Pasal PKPU Bermasalah

Sebelumnya, Rahmat Bagja, anggota Bawaslu, mengatakan, lolosnya beberapa bacaleg eks napi korupsi tidak bertentangan dengan undang-undang.

Bawaslu Meloloskan Mantan Napi Korupsi, Rahmat Bagja Sebut Salah Satu Pasal PKPU Bermasalah
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sebelumnya, Rahmat Bagja, anggota Bawaslu, mengatakan, lolosnya beberapa bacaleg eks napi korupsi tidak bertentangan dengan undang-undang.

Rahmat mengungkap pihaknya menerima masukan dari elemen masyarakat yang menyoroti keputusan Panwaslu mengabulkan permohonan 12 mantan koruptor mendaftarkan diri sebagai Bacaleg dalam Pemilu 2019.

"Itu wajar. Teman-teman mempunyai ide mempunyai pandangan mengenai hal ini dan mempunyai program mengenai hal ini," ujar Bagja.

Baca: Penjelasan Angel Karamoy Soal Kabar Pernikahannya dengan Jose Purnomo sang Sutradara Film

Namun, dia menegaskan, panwaslu mempunyai dasar hukum untuk memutuskan mengabulkan permohonan mantan koruptor.

Satu alasan karena Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang mengatur larangan mantan koruptor untuk menjadi calon legislatif dinilai bermasalah.

Baca: Mahfud MD Tolak Keras Ikut Gerakan Ganti Presiden di Pilpres 2019, Ternyata Lebih Pilih Ini

"Kami mempunyai standing. Teman-teman di Bawaslu provinsi, kabupaten/kota mempunyai standing menyatakan PKPU bermasalah. Bukan PKPU tetapi salah satu pasal di PKPU," kata dia.

Dia membantah pernyataan sejumlah pihak yang menyebut Bawaslu RI tidak mempunyai komitmen mencegah tindak pidana korupsi.

Baca: Pernyataan Menag Lukman Hakim Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Ditegaskan dia, pihaknya mempunyai semangat antikorupsi.

Namun, dia meminta agar semua dilakukan sesuai prosedur sehingga tidak menghalangi hak seseorang mencalonkan diri.

"Kami juga untuk semangat antikorupsi jelas, tetapi dengan prosedur," tandanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help