Berita Banjarbaru

Datang ke Kalsel Cari Suami Perempuan Asal Jatim Ini Malah Jadi PSK di Pembatuan

Ia duduk di kursi pesakitan atas perbuatannya yang terjerumus menjadi PSK di Pembatuan Landasan Ulin Timur

Datang ke Kalsel Cari Suami Perempuan Asal Jatim Ini Malah Jadi PSK di Pembatuan
banjarmasinpost.co.id/milna
Satpol PP Kota Banjarbaru gelar sidang penjual miras dan pelaku PSK di Banjarbaru, Selasa (4/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tertunduk lemah, TA (40) PSK yang terjaring operasi gabungan oleh Satpol PP Banjarbaru, TNI, dan kepolisian beberapa waktu harus tertunduk.

Ia duduk di kursi pesakitan atas perbuatannya yang terjerumus menjadi pekerja esek-esek di Pembatuan Landasan Ulin Timur, Selasa (04/09).

Perempuan asal Jawa Timur ini mengaku tak sengaja terjun ke dunia perlendiran. Awalnya ia mengaku datang ke Kalsel untuk mencari suaminya yang meninggalkannya.

Ia duduk bersama NS (penjual miras) menjalani sidang dan menjawab beberapa pertanyaan.

“Saya orang baru pak, ke sini karena mau cari suami saya” ujar TA saat di tanya Hakim.

Baca: Menikah dengan Habib Usman, Ternyata Kartika Putri Sudah Punya Anak, Lihat Foto-fotonya

Baca: Maia Estianty dan Mulan Jameela Terlihat Ngobrol di Ultah Al, Ahmad Dhani : Maia Mau Berhijab

Baca: Pernyataan Menag Lukman Hakim Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Karena telah melanggar Perda nomor 6 tahun 2002 Hakim menjatuhan hukuman pidana kurungan dua bulan dengan masa percobaan enam bulan. (Tidak perlu dijalani selama proses enam tidak boleh melakukan tindak pidana).

Selain NS, operasi gabungan juga berhasil menyita 1613 botol miras yang di sembunyikan di dalam rumah warga eks lokalisasi pembatuan di Jalan Kenanga RT 09 RW 08 Landasan Ulin Timur
NS yang saat itu di boyong bersama ribuan miras yang di jualnya, yang juga menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Banjarbaru bersamaan.

Dalam sidang tersebut, JPU Akhmad Rifani memutuskan jika NS bersalah karena telah melanggar Perda no 5 tentang larangan minuman beralkohol menjatuhkan pidana denda sebesar 2,5juta rupiah, apabila denda tidak dibayar akan di ganti dengan kurungan 1 bulan.

"Seluruh barang bukti di sita pengadilan dan nantinya akan di musnahkan” ujar JPU Akhmad Rifani kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) MNCTV Piala Asia U-16 2018, Timnas U-16 Indonesia vs Iran

Baca: Hasil Semeru FC vs Martapura FC, Laskar Sulthan Adam Raih Satu Poin, Skor Akhir 0-0

Baca: Jadwal MotoGP San Marino 2018 - Pebalap Malaysia Siap Mengulang Memori Indah di Sirkuit Misano

NS dijatuhi hukuman ringan lantaran hanya ditugaskan menjual bukan pemilik miras.

Mirisnya hukuman yang ditanggung NS tak sebanding dengan perolehan dirinya sebagai penjual miras.
" Saya cuma jualkan, setiap barang habis dikasih satu juta, "ujar NS.

Adapun pemilik miras tersebut masih dalam pencarian. PPNS Yanto Hidayat menjelaskan apabila Satpol PP akan terus mencari pemilik dan penjual miras nya yang di sinyalir masih bersembunyi.

“Tentunya kita akan terus melakukan giat di beberapa tempat yang di curigai masih menjual miras,"ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved