Berita Kabupaten Banja

Komik Nette Boy Edisi Perdana Tentang Tangkal Ujaran Kebencian

Komik berisi 43 halaman, bergambar dan berwarna itu ditulis oleh Dien Albanna. Edisi pertama dibagikan secara gratis.

Komik Nette Boy Edisi Perdana Tentang Tangkal Ujaran Kebencian
banjarmasinpost.co.id/hasby
Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Indra Agung P didampingi Kanit Dikyasa, Ipda H Tata menunjukan komik Nette Boy, Selasa (4/9). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Polres Banjar resmi melaunching komik detektif cilik Nette Boy di gelaran Kalsel Expo yang berlangsung di lapangan Murjani Banjarbaru. Kehadiran komik Nette Boy menyita perhatian pengunjung Kalsel Expo.

Edisi pertama, komik Nette Boy mengungkap pelaku ujaran kebencian di papan tulis. Tokoh-tokoh dalam komik Nette Boy adalah Mattanete atau Nette, Ahmad dan Ghaisan.

Komik berisi 43 halaman, bergambar dan berwarna itu ditulis oleh Dien Albanna. Edisi pertama dibagikan secara gratis.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Indra Agung P Putra mengatakan, tokoh utama dalam komik Nette adalah anak laki-laki yang duduk di kelas enam sekolah dasar dan berusia 13 tahun.

Baca: Menikah dengan Habib Usman, Ternyata Kartika Putri Sudah Punya Anak, Lihat Foto-fotonya

Baca: Kartika Putri Menikah dengan Habib Usman Karena Sosok Orang Dekat Raffi Ahmad, Begini Kisahnya

Baca: Kartika Putri Dapat Sebutan Baru Dari Ketiga Putra Habib Usman bib Yahya Usai Resmi Menikah

Nette merupakan nama panggilan dari Mattanete. Nette adalah seorang anggota polisi cilik yang mempunyai kegemaran membaca buku-buku detektif hingga akhirnya mengantarkannya ingin mengikuti jejak tokoh yang ada dalam buku bacaannya.

“Pada sesi pertama, mengungkap pelaku ujaran kebencian di papan tulis. Mengajarkan kepada anak-anak bahwa setiap informasi yang didapat jangan langsung ditelan mentah-mentah, karena siapa tahu merupakan hoax,” ujarnya, Selasa (4/9).

Komik Nette Boy disajikan dengan bahasa anak dan gambar-gambar kartun yang menarik. Menjadi bahan edukasi bagi anak dalam menghadapi tantangan hidup dari zaman ke zaman yang cukup keras, salah satunya adalah pentingnya menangkal berita hoax.

Dia juga menambahkan, berbagai inovasi dilakukan Polres Banjar untuk menangkal hoax. Bagi anak-anak dengan komik Nette Boy dan bagi masyarakat luas nantinya ada Dikyasa Televisi Channel.

Baca: Maia Estianty dan Mulan Jameela Terlihat Ngobrol di Ultah Al, Ahmad Dhani : Maia Mau Berhijab

Baca: Pernyataan Menag Lukman Hakim Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Baca: Saran Iwan Fals pada Ustadz Abdul Somad Soal Batalnya Jadwal Ceramah karena Diduga Ada Intimidasi

Kehadiran Dikyasa Televisi Channel selain memberikan informasi yang valid, tentunya juga membantu para insan pers dalam mencari data-data dari sumber yang tentunya valid. Dicontohkannya seperti kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Banjar.

Inovasi lainnya adalah terlibat dalam pembuatan video klip band Pintu Depan dengan single pertamanya, Masih Berjuang. Sejak 1 September lalu sudah rilis di youtube dan radio serta televisi swasta.

“Silakan tonton video klipnya, Masih Berjuang. Caranya search Pintu Depan official, tonton videonya dan silakan komen dan subcribe,” tambah Indra Agung. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved