Berita Kabupaten Banjar

Penyidik Kejari Banjar Panggil Pembeli Kios Pasar Sungai Bakung

Mereka pun mengaku tertipu karena sudah membeli kios namun sampai sekarang tidak bisa berjualan di Pasar Bakung.

Penyidik Kejari Banjar Panggil Pembeli Kios Pasar Sungai Bakung
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Kepala Kejari Banjar, Muji Murtopo (kanan) didampingi Kasipidsus, Tri Taruna Fariadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar memanggil pembeli kios Pasar Bakung untuk dimintai keterangan, Selasa (4/9/2018). Mereka pun mengaku tertipu karena sudah membeli kios namun sampai sekarang tidak bisa berjualan di Pasar Bakung.

Seorang pembeli, Gusti Asbid mengatakan, pada 2015 lalu dirinya membeli kios di Pasar Bakung sebesar Rp 15 juta. Pembayaran dilakukannya secara tunai kepada Syahminan atau akrab disapa Minan.

“Namun ternyata, kios dijual kembali ke orang lain atau istilahnya belapis. Saya membeli kios rencana untuk berjualan sayur-sayuran menggunakan uang tabungan,” ungkapnya saat duduk di bangku menunggu giliran dimintai keterangan.

Begitu mengetahui bahwa kiosnya ternyata ada lagi pembelinya, kemudian berupaya mencari Syahminan namun sampai sekarang tidak bisa menemui yang bersangkutan. Sedangkan kios di Pasar Bakung yang berbatasan dengan Sungai Lulut Kabupaten Banjar belum juga bisa dimanfaatkan.

Baca: Menikah dengan Habib Usman, Ternyata Kartika Putri Sudah Punya Anak, Lihat Foto-fotonya

Baca: Maia Estianty dan Mulan Jameela Terlihat Ngobrol di Ultah Al, Ahmad Dhani : Maia Mau Berhijab

Baca: Pernyataan Menag Lukman Hakim Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Dirinya berharap permasalahan Pasar Sungai Bakung cepat selesai. Tentunya ada solusi terkait Pasar Bakung, apakah bisa digunakan untuk berjualan ataukah ada solusi lain.

Kepala Pidana Khusus Kejari Kabupaten Banjar, Tri Taruna Fariadi mengatakan, pihaknya terus mengusut atau terus memproses penyelidikan pasar bakung. Pihaknya meminta keterangan dari para pembeli kios di Pasar Sungai Bakung, Selasa (4/9).

“Ada tujuh orang hari ini kami mintai keterangan, mereka membeli kios di Pasar Sungai Bakung. Total yang sudah kami mintai keterangan ada 11 orang,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan mereka, memang sudah membayar secara tunai kepada pembangun kios Pasar Bakung. Total ada sekitar Rp 2 miliar hasil yang didapat dari penjualan kios Pasar Bakung tersebut.

Diungkapkannya, menjadi obyek penyelidikan adalah bangunan yang berdiri diatas lahan milik Pemkab Banjar itu, kemudian membangun kios diatas lahan Pemkab tanpa koordinasi dan tanpa ada IMB. Nilai bangunan Rp 5 miliar, sedangkan nilai tanah dengan taksiran tahun 2012 dan 2013 sekitar Rp 1,5 miliar.

Meski demikian belumlah bisa menaksir berapa nilai kerugian negara. Dikarenakan terlalu dini menyebutkan kerugian negara sementara proses penyelidikan pihaknya.

“Bertahap dan tentunya akan memintai keterangan pula dari pihak eksekutif,” tambah Tri Taruna F. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help