Pilpres 2019

Presiden Joko Widodo Tegur Raden yang Kampanye Pilpres 2019 di Depan Korban Gempa Lombok

Saat itu, Presiden Jokowi yang merupakan Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2019 sempat menegur warga yang melakukan kampanye secara terbuka

Presiden Joko Widodo Tegur Raden yang Kampanye Pilpres 2019 di Depan Korban Gempa Lombok
kompas.com
Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait teror bom di Polrestabes Surabaya di Jakarta, Senin (14/5). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden RI Joko Widodo diketahui melakukan kunjungan ke Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memberikan bantuan pembangunan rumah secara simbolis kepada warga pengungsi korban gempa Lombok di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Minggu (2/8/2018).

Saat itu, Presiden Jokowi yang merupakan Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2019 sempat menegur warga yang dinilainya telah melakukan kampanye secara terbuka.

Baca: Jadwal Lengkap & Siaran Langsung RCTI Liga Champion 2018/2019, Reuni Cristiano Ronaldo dan Mourinho

Jadi ceritanya, Jokowi mempersilakan warga yang ingin menyampaikan sesuatu untuk naik ke atas panggung. Raden, salah satu warga, menyampaikan keluh kesahnya.

"Bantuan pembangunan rumah, masih ada yang belum," ucap Raden.

Keluhan tersebut langsung dijawab Jokowi dengan menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi data dilapangan secara akurat karena dana yang diberikan merupakan uang negara.

"‎Kurang lebih ada 71.000 rumah yang rusak berat, ringan, sedang, ini jumlah yang tidak sedikit, yang baru kita verifikasi 19.000. Masih banyak yang belum terdata dan terverifikasi dengan baik. Saya minta semuanya bersabar agar verifikasi betul-betul akurat," ungkap Jokowi.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Inkonsistensi Valentino Rossi

Menurut Jokowi, dalam penyaluran dana bantuan untuk pembangunan rumah mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta per rumah perlu hati-hati karena jika terdapat kesalahan maka pejabat negara bisa terkena kasus hukum.

"Pejabat ngitung-nya juga takut, kalau itungannya keliru, uang sudah keluar. Nah ini bisa masuk sel yang keliru. Jadi semuanya harus hati-hati," ucap Jokowi.

Mendengar penjelasan Presiden, Raden langsung memahaminya dan tidak menyampaikan keluhan lagi, tetapi malah mempromosikan Jokowi di Pilpres 2019.

Baca: Kubu Prabowo-Sandiaga Hindari Debat Terbuka Soal Ini dengan Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

"Dana sumbangan ini, kami sangat bersyukur kepada Allah dan pada Presiden. Rasa syukur kepada Presiden, di periode nanti semoga jadi presiden lagi," kata Raden disambut tawa hadirin.

Pernyataan Raden itu langsung disambar Jokowi. "Sebentar-sebentar, ini enggak boleh, ini kampanye, enggak boleh, enggak boleh," tutur Jokowi langsung melarang Raden untuk berkampanye. ‎

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Jokowi Tegur Warga yang Berharap Dirinya Terpilih Lagi Jadi Presiden di 2019"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved