Pileg 2019

Tak Ada Tawar Menawar Caleg bagi Mantan Napi Korupsi, Tetap Didaftarkan, KPU Tetapkan Status ini

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap keukeuh ‘mengharamkan’ para bakal calon anggota legislatif yang memiliki rekam jejak

Tak Ada Tawar Menawar Caleg bagi Mantan Napi Korupsi, Tetap Didaftarkan, KPU Tetapkan Status ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap keukeuh ‘mengharamkan’ para bakal calon anggota legislatif yang memiliki rekam jejak sebagai mantan narapidana kasus korupsi.

KPU menegaskan tidak ada lagi tawar-menawar caleg bagi mantan terpidana korupsi.

“Pokoknya kalau pernah terlibat kasus korupsi, narkoba dan kejahatan seksual pada anak, berkasnya kami kembalikan dan ditolak,” tegas Arief Budiman, Ketua KPU di Kompleks parlermen Senayan, Senayan, Senin (3/9).

Baca: Mahfud MD Tolak Keras Ikut Gerakan Ganti Presiden di Pilpres 2019, Ternyata Lebih Pilih Ini

Kata Arief, pihaknya tetap berpegang sesuai Peraturan KPU (PKPU) No 20 Tahun 2018 mengenai pencalonan.

Dalam aturan itu, sebut dia, secara jelas melarang mereka yang terlibat korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual pada anak, tidak bisa mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif.

Baca: Pernikahan Habib Usman dan Kartika Putri Dibenarkan Lewat Postingan Ini, Habib: Alhamdulillah Benar

Namun, sikap tegas KPU bertolak belakang dengan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang justru memuluskan pencalonan sejumlah napi korupsi sebagai angggota legislatif di beberapa daerah.

Yang jelas, kata Arief, “Bila ada bacaleg mantan napi korupsi dan dua kasus lainnya yang tetap didaftarkan maka statusnya akan ditetapkan sebagai tidak memenuhi syarat (TMS).”

Baca: Pernyataan Menag Lukman Hakim Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Arief menegaskan bahwa PKPU belum dihapus sehingga peraturan itu tetap ditegakkan.

“Sampai hari ini PKPU belum dibatalkan sehingga kami tetap berpedoman terhadap hal tersebut, tentu ada fakta dan latar belakang yang membuat KPU membentuk PKPU,” pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help