Ekonomi dan Bisnis

Harga Dollar Kian Melejit, Presiden Jokowi Sebutkan Dua Hal Untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia

Jokowi menuliskan bahwa dalam 2,5 tahun ini, investasi perusahaan tersebut telah mencapai Rp 22,7 triliun.

Harga Dollar Kian Melejit, Presiden Jokowi Sebutkan Dua Hal Untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia
(Instagram @jokowi)
Jokowi sebutkan dua hal penting untuk memperbaiki ekonomi 

"Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci, sehingga jalannya itu segaris semuanya," ujar Jokowi.

Baca: Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Anjlok, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser Trending Topic di Twitter

Baca: Kapal Pamaton Hills, Tawarkan Sensasi Makan Sambil Bergoyang Ala Susur Sungai

Presiden Jokowi juga memberi target kepada jajarannya untuk segera memperbaiki transaksi berjalan dengan menggenjot ekspor dan investasi di dalam negeri. Sebab, saat ini transaksi berjalan mengalami defisit 3 persen.

"Dengan investasi dan ekspor yang meningkat, kita bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan, kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya," ujar Jokowi.

"Target saya sudah berikan agar dalam satu tahun, betul-betul ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan," lanjut dia.

Beberapa upaya memperbaiki defisit transaksi berjalan, kata Jokowi, adalah diterapkannya 20 persen biodiesel atau B20, yang diyakini dapat mengurangi impor minyak cukup besar.

Selain itu, pemerintah juga mendorong tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kepada perusahaan BUMN maupun swasta.

Baca: 6 Langkah Menjaga Keuangan Stabil Saat Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Melemah Capai Rp 15.032 Per Dolar

Baca: Valentino Rossi Absen di MotoGP San Marino, Begini Penampakan dan Kesedihan Fans

"Ini saya sampaikan kepada kementerian, baik ke swasta maupun kepada BUMN agar lokal konten diperhatikan, kalau bisa pakai semua komponen dalam negeri, ada penghematan 2 miliar dolar AS sampai 3 miliar dolar AS," ujar Jokowi.

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level terendahnya dalam lima tahun terakhir ke posisi Rp 14.935 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (4/9/2018) kemarin.

Mengacu Bloomberg, dengan posisi tersebut, depresiasi kurs Rupiah meningkat menjadi 10,18 persen. (Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved