Berita Banjarmasin

Kawang Terbitkan Buku Agar Busana Adat Banjar Agar Tak Keluar Pakem

Busana adat Banjar biasa dikenakan pada acara resmi atau seremonial, salah satunya pernikahan dan resepsi perkawinan. Sayangnya sudah keluar pakem.

Kawang Terbitkan Buku Agar Busana Adat Banjar Agar Tak Keluar Pakem
banjarmasin post group/ salmah saurin

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Busana adat Banjar biasa dikenakan pada acara resmi atau seremonial, salah satunya pernikahan dan resepsi perkawinan. Sayangnya, busana adat Banjar sekarang sudah keluar pakem.

Kawang Youdha, pelestari budaya adat Banjar, mengungkapkan, fenomenanya adalah ada saja mempelai yang mengenakan busana adat Banjar dikombinasi busana barat.

Baca: Maia Estianty Pamer Foto Berhijab Usai Khataman, Warganet Ramai Mendoakan

"Atasannya busana adat Banjar, bawahannya pakai rok ala barat. Ini tentunya tidak benar. Sudah tidak sesuai budaya dan tradisinya," jelas Kawang saat bertamu ke Pemimpinan Umum BPost, H Gusti Rusdi Effendi, Rabu (4/9).

Kawang yang dianugerahi gelar Astaprana atau pelestari budaya adat oleh Kesultanan Banjar, merasa bertanggungjawab untuk mempertahankan keaslian busana adat Banjar.

"Makanya saya kembali bikin buku yang memuat secara lengkap tentang busana adat Banjar," ungkapnya.

Sayangnya, selama empat bulan mencari sponsor untuk mencetak naskah itu, belum ada pihak-pihak yang mau bekerja sama, demikian pula pemerintah daerah.

Baca: Respons Orang Dekat Gus Dur Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Pada 2007, Kawang pernah membuat buku busana pengantin adat Banjar yang dicetak 300 eksemplar dan dibagikan gratis.

"Saat itu era Gubernur Kalsel Rudy Arifin dan beliau meng-cover buku tersebut serta disponsori Sari Ayu Martha Tilaar kemudian di-launching di Duta Mal," terangnya.

Kali ini buku terbaru tersebut akan lebih lengkap isinya, mulai sejarah busana adat Banjar, aksesoris, tata cara pemakaian, sehingga bisa menjadi tutorial bagi semua pihak.

"Paling bersentuhan langsung dengan mempelai adalah para perias pengantin. Dengan adanya buku ini maka perias punya pedoman supaya jangan lepas dari pakem," ungkap Kawang.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help