Berita Kotabaru

Nelayan Kotabaru Harus Rogoh Kocek Rp 240 Ribu Per Hari untuk Melaut

Kesulitan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional perahu nelayan tradisional di Kotabaru terus terjadi.

Nelayan Kotabaru Harus Rogoh Kocek Rp 240 Ribu Per Hari untuk Melaut
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Perahu nelayan Kotabaru tambat di dermaga karena tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. Foto dirilis Selasa (3/4/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kesulitan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional perahu nelayan tradisional di Kotabaru terus terjadi.

Setiap kali melaut sedikitnya nelayan merogoh kocek Rp 240 ribu untuk pembelian solar, sementara tidak berimbang dengan penghasilan.

Kegalauan dialami mayoritas warga Pulau Sebuku, tidak kecuali ratusan nelayan di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku terpaksa membeli BBM dieceran dengan harga Rp 8.000 perliter karena di pangkalan melayani subsidi sering kosong.

Baca: Maia Estianty dan Mulan Jameela Terlihat Ngobrol di Ultah Al, Ahmad Dhani : Maia Mau Berhijab

Amat, warga desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku mengakui, kosongnya BBM di pangkalan selama ini memaksa nelayan membeli solar dieceran. Padahal harga di pangkalan lebih murah Rp 6.500 per liter.

"Itupun (di eceran) kalau tidak habis," kata Amat kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (5/9/2018).

Sementara solar kebutuhan nelayan rata-rata perhari 30 liter, terlebih saat musim angin barat hasil tangkapan sedikit meningkat. Otomatis kebutuhan bahan bakar pun ikut meningkat.

Baca: Pesawat Berpenumpang Vokalis Endank Soekamti Jatuh di Yogyakarta, Ini Faktanya

Ironis, kesulitan BBM dialami nelayan di desa Rampa ini, tidak hanya dua pekan terakhir. Tetapi persoalan itu acap kali mereka rasakan.

"Itu fakta terjadi saat ini," ungkapnya kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya.

Syamsul pemilik pangkalan BBM nelayan di desa Rampa, Pulau Sebuku membenarkan, kesulitan BBM dialami nelayan karena tidak adanya jatah dari PT AKR disalurkan melalui solar paket dialer nelayan (SPDN) Kotabaru.

Baca: Jadwal Lengkap & Siaran Langsung RCTI Liga Champion 2018/2019, Messi : Real Madrid Menurun

"Sudah 15 hari ini tidak ada masuk-masuk di pangkalan. Kabarnya dikurangi lagi, bagaimana itu," ujar Syamsul dengan nada bingung kepada banjarmasinpost.co.id.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved