Berita Banjarmasin

Pemko Bakal Sulap Bantaran Sungai Kumuh Jadi Destinasi Wisata, Ini Kawasannya

Agar kekumuhan di Banjarmasin berkurang, Pemerintah Kota Banjarmasin berencana untuk membuat destinasi wisata susur sungai.

Pemko Bakal Sulap Bantaran Sungai Kumuh Jadi Destinasi Wisata, Ini Kawasannya
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Inilah salah satu bantaran Sungai Martapura yang kondisinya kumuh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Dari 549,7 hektar kawasan kumuh di Banjarmasin pada tahun 2015 silam, 40 persen di antaranya merupakan kawasan kumuh dari bantaran sungai.

Bantaran sungai di Banjarmasin menyumbang kekumuhan 40 persen. Bahkan, beberapa sungai menjadi menyempit karena bangunan di bantaran sungai. Tengok saja wilayah Kelayan dan Pekapuran. Sungai hampir tertutup dengan bangunan rumah.

Agar kekumuhan di Banjarmasin berkurang, Pemerintah Kota Banjarmasin berencana untuk membuat destinasi wisata susur sungai. Rumah dibantaran sungai disulap menjadi kawasan wisata. Tengok saja kawasan Kampung Hijau di Kelurahan Sungai Bilu.

Rumah di sana dicat warna hijau pada 2017 lalu. Melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Banjarmasin sebesar Rp 1,5 miliar. Tahun ini, pemko akan mewarna di Kawasan Kampung Melayu dengan konsep yang sama. Anggarannya juga sama Rp 1,5 dari APBD.

Baca: Harga Dollar Kian Melejit, Presiden Jokowi Sebutkan Dua Hal Untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia

Baca: Rupiah Anjlok Hingga Rp 15 Ribu, Warga Malah Malas Jual Dollarnya, Begini Alasannya

Jika kedua kampung ini disulap melalui APBD, di Sungai Jauruju Kelurahan Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara, akan disulap menjadi destinasi wisata baru. “Konsepnya, rumah yang menjorok ke sungai akan kami potong. Yang jelas ukuran sungai harus empat meter,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Syaifudin.

Dijelaskannya, ada 15 sampai 20 persil rumah yang akan diperbaiki tampilannya. Jika dahulu rumah pinggir sungai bagian belakangnya saja yang nampak dari sungai. Pemko akan membuatnya menjadi pelataran.

Bahkan, di sana akan dibuat seperti titian dari rumah ke rumah. Ia memperkirakanada 70 rumah yang harus diubah. Namun, anggaran yang tersedia hanya ada Rp 2 miliar. Anggaran ini pun berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) program Kotaku.

“Ini sifatnya stimulant, semoga bantuan akan terus datang. Sehingga program ini berlanjut,” ujarnya.

Selain itu, nanti akan ada pengerukan sungai buntu yang menghubungkan sungai Jaruju Besar dan Sungai Jaruju kecil. “Yang mengerjakannya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,” bebernya.

Baca: Jokowi Diminta Mundur Jadi Presiden RI Karena Nilai Tukar (kurs) Rupiah Melemah, Ini Alasannya

Baca: Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Anjlok, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser Trending Topic di Twitter

Kelurahan Alalak Selatan hanya satu dari kelurahan yang masuk dalam program Kotaku. Ada 36 kelurahan dari 52 kelurahan yang ada di Banjarmasin bakal masuk dalam program pengentasan kekumuhan pada tahun ini. 

36 kelurahan tersebut yakni Kelayan Barat, Kelayan Dalam, Kelayan Selatan, Mantuil, Pemurus Baru, Pemrus Dalam, Tanjung Pagar, Basirih Selatan, Banua Anyar Kuripan, Sungai Bilu, Sungai Lulut, Belitung Selatan, Kuin Cerucuk, Kuin Selatan, Pelambuan, Telaga Biru,  Kampung Gadang, Kelayan luar, Kampung Melayu, Pekapuran Laut Seberang Masjid, Sungai Baru, Antasan Besar, Kertak Baru Ilir, Pasar lama, Teluk Dalam, Alalak Selatan, Alalak Utara, Antasan Kecil Timur, Kuin Utara, Pangeran, Sungai Jingah, Sungai Miai, Surgi Mufti, dan Sungai Andai. 

Fanani menjelaskan mengatakan dari 2015 tercatat ada 549,7 hektare kekumuhan di Banjarmasin. Angka ini mengalami penguranfan pada akhir 2017 lalu menjadi 380 hektar saja. Ia juga menarget pada tahun ini bisa mengurangi kekumuhan seluas 180 hektare.

Baca: Valentino Rossi Absen di MotoGP San Marino, Begini Penampakan dan Kesedihan Fans

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP 2018 Jelang Sirkuit Misano, GP Meksiko dan Finlandia Resmi Dibatalkan

2017 lalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin untuk program pengentasan kekumuhan sebesar Rp 7 miliar dan bantuan pusat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program kotaku sebesar Rp 6 miliar. Fanani optimis bisa mengurangi kekumuhan seluas 180 hektare.

Alasannya, bantuan dari pusat jauh lebih besar dari tahun lalu, yakni Rp 34 miliar dari APBN dan Rp 9 miliar dari APBD. "Ya bantuan lebih besar kami yakin bisa memenuhi target itu," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved