Berita Kotabaru

Puluhan Santriwati di Banjarbaru Positif Terserang Campak Rubella, Dikarantinanya Cuma di Sekolah

Pihak Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru menyebutkan seluruh santriwati tersebut dikarantina di sekolah mereka masing-masing.

Puluhan Santriwati di Banjarbaru Positif Terserang Campak Rubella, Dikarantinanya Cuma di Sekolah
kompas tv
Ilustrasi Campak Rubella 

Perempuan yang sudah terjangkit rubella terangnya harus segera diberi vaksin agar tak lagi terjadi nantinya. Dengan itu tak membahayakan saat si perempuan hamil.

Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani mengatakan saat ini jumlah anak yang diimunisasi MR sudah 30 persen.

Jumlah ini sebutnya takkan bisa dinaikkan tanpa partisipasi orangtua agar mendukung anaknya untuk ikut imunasis MR.

Baca: MUI Nyatakan Vaksin MR Haram, Anisa Ikuti Pendapat Ustadz Somad Tunggu Vaksin Halal

Saat ini capaian imunisasi rubella di Banjarbaru jelasnya bukan yang tertinggi namun juga bukan yang terendah karena masih ada yang lebib sedikit dari capaian Banjarbaru.

"Itu karena keraguan dari orangtua untuk memerbolehkan anaknya untuk diimuniasi MR," ujarnya.

Sebutnya di Banjarbaru masih ada beberapa sekolah yang tak mau melaksanakan imunisasi MR.

Memang imunisasi MR diakuinya mengandung zat yang tidak halal. Namun kini pemerintah sedang menggodok imunisasi MR baru pengganti imunisasi MR yang kini dibuat oleh India.

Namun dibandingkan harus imunisasi sendiri, ujarnya harus merogoh kocek mahal yaitu Rp 750 ribu. Sedangkan saat pelaksanaan imunisasi MR yang diadakan pemerintah diberikan secara gratis.

(Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved