Rupiah Melemah

Rupiah Anjlok Hingga Rp 15 Ribu, Warga Malah Malas Jual Dollarnya, Begini Alasannya

Tingginya nilai tukar dollar terhadap rupiah tidak membuat sejumlah warga yang memiliki Dollar berbondong-bondong menukarkan Dollar

Rupiah Anjlok Hingga Rp 15 Ribu, Warga Malah Malas Jual Dollarnya, Begini Alasannya
kontan
dollar dolar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - NILAI tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus melemah hingga tembus Rp 15 ribu.

Tingginya nilai tukar dollar terhadap rupiah tidak membuat sejumlah warga yang memiliki Dollar berbondong-bondong menukarkan Dollar ke Money Changer di Kota Bekasi.

Pantauan Wartakota,Money Changer di Mega Bekasi, Metropolitan Mall, Pasar Baru Proyek maupun di wilayah Kota Bekasi lainnya nampak sepi.

Aktivitas warga untuk menjual dollar tidak ramai.

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

"Sepi tuh, lihat saja sendiri. Engga terlalu ramai. Engga waktu itu dar Rp 13 ribu ke Rp 14 ribu," ucap Wisnu (28) petugas jasa penukaran uang atau Money Changer Mega Bekasi, kepada Wartakota, pada Rabu (5/9/2018).

Wisnu mengungkapkan hingga sore saja baru sekitar 7 orang yang menukar Dollar ke rupiah.

Baca: Bersamaan Anjloknya Rupiah, Harga Bibit Udang dan Pupuk Kolam Tiba-tiba Naik

"Dari buka pagi pukul 10.00 sampai 16.00 WIB sepi baru 7. Kurang tau kenapa ya, biasnya kalau rupiah melemah pasti ramai," jelasnya.

Hal itu juga dirasakan Syafii (47) pemilik Money Changer di Pasar Proyek Kota Bekasi. Ia menyebut sepinya warga yang menukarkan dollar ke rupiah lantaran pada pagi hari rupiah kembali menguat.

"Iya kan tembus harga Rp 15 ribu pas malam, ini money changer sudah pada tutup. Ketika paginya sudah kuat lagi rupiahnya," ucapnya.

Syafii berpendapat banyak warga yang menahan untuk menukar dollarnya ke rupiah lantaran menunggu lebih tinggi lagi harga jualnya.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP 2018 Jelang Sirkuit Misano, GP Meksiko dan Finlandia Resmi Dibatalkan

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help