Berita Nasional

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dampak Peningkatan Tensi Perang Dagang AS - China

Tekanan pada rupiah sedikit mengendur pada Rabu (5/9) pagi. Meski masih dalam jangka pendek.

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dampak Peningkatan Tensi Perang Dagang AS - China
Uang kertas yang akan berakhir masa berlakunya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tekanan pada rupiah sedikit mengendur pada Rabu (5/9) pagi. Meski masih dalam jangka pendek, namun upaya pemerintah dan Bank Indonesia menjaga rupiah belum membuahkan hasil maksimal.

Pada pukul O9.28 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,06% ke Rp 14.926 per dollar Amerika Serikat (AS).

Kemarin, rupiah mencapai level Rp 14.935 per dollar AS, terlemah sejak 1998. 

Baca: Respons Orang Dekat Gus Dur Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Tapi, tekanan eksternal rupiah masih besar. Hal ini didorong oleh peningkatan tensi perang dagang AS—China dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, indeks dollar diprediksi menguat di sekitar level 95,5—96,0. Dollar AS pun berpotensi menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia.

Penguatan dollar AS masih disebabkan oleh meningkatkanya eskalasi perang dagang antara AS dan China pada pekan ini serta buntunya perjanjian perdagangan bebas antara AS—Kanada.

Baca: Pesawat Berpenumpang Vokalis Endank Soekamti Jatuh di Yogyakarta, Ini Faktanya

“Rencana pengenaan tarif terhadap US$ 200 miliar barang asal China kemungkinan besar akan diterapkan oleh AS pada Minggu ini,” kata Mikail dalam riset, hari ini.

Selain itu, suku bunga acuan AS yang kemungkinan besar dinaikan di bulan ini semakin memperkuat posisi dollar AS sekaligus memperburuk kinerja mata uang negara berkembang. Dari dalam negeri, penurunan bid to cover ratio lelang sukuk dari 3,5 kali menjadi 2,5 kali dapat menjadi katalis negatif bagi rupiah.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pagi Ini Rupiah Menguat Tipis

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved