Berita Banjarbaru

10 PMI Non Prosedural Tolak Dipulangkan, Pilih Bekerja ke Taiwan atau Hongkong, Ini Alasannya

Meski BP3TKI Banjarbaru ingin memulangkan sepuluh PMI non prosedural yang kedapatan sudah berada di Bandara Syamsudin Noor.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 10 orang perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau dulu disebut TKI (tenaga kerja Indonesia) non prosedural (ilegal) yang diamankan petugas BP3TKI Banjarbaru di Bandara Syamsudin Noor saat akan terbang menuju ke Bandara Juanda Surabaya, enggan dipulangkan ke kampung halaman.

Meski BP3TKI Banjarbaru ingin memulangkan sepuluh PMI non prosedural yang kedapatan sudah berada di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin ke kampung halaman masing-masing.

Namun nyatanya sepuluh PMI yang semuanya adalah perempuan tersebut enggan untuk pulang.

Riyanti misalnya, saat diwawancarai Banjarmasinpost.co.id, Kamis (06/09/2018) mengaku enggan pulang karena malu. Pasalnya orang di sekitar rumahnya sudah tahu dirinya akan berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi pembantu rumah tangga.

"Kalau bisa tidak usah pulang, dan dapat kerja ke luar negeri lain yang penting kerja, soalnya sudah ngutang buat berangkat ini," ujarnya.

Baca: 10 Pekerja Migran (TKI) Non Prosedural Sukses Dicegah Ke Arab Saudi Jadi Pembantu

Baca: Serangan Campak Rubella di Banjarbaru Meluas, Setelah 49 Santri, Giliran 9 Siswa SMAN 2 Terjangkit

Baca: Inikah Sosok Polwan Calon Istri Ahok, Foto Bripda PND Tersebar di Media Sosial

Pilihan untuk bekerja sebagai pembantu di Hongkong, Singapura, dan Taiwan pun menjadi pilihan.

"Kalau pulang sia-sia tidak mau," ujarnya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BPT3KI Banjarbaru Fachrizal mengatakan lowongan untuk bekerja ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga masih terbuka namun hanya untuk ke negara Asia Timur dan Asean. Lowongan yang terbuka ke Arab Saudi hanya untuk supir, pekerja pabrik dan lulusan sarjana.

Para perempuan yang berusia sekitar 30 tahun yang terciduk di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin diketahui bukan lulusan sarjana sehingga tak bisa menjadi PMI prosedural ke Arab Saudi.
(Banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved