Berita Banjarbaru

Campak Rebella Serang 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru, Virusnya Diduga Berasal dari Sini

Dua pesantren di Banjarbaru terdeteksi santriwatinya terserang rubella yaitu 30 di pesantren satu dan 19 di pesantren dua.

Campak Rebella Serang 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru, Virusnya Diduga Berasal dari Sini
Capture Banjarmasin Post (6/9/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Saat ini terjadi serangan kasus campak rubella di Banjarbaru diketahui ada 49 kasus menimpa anak usia sekolah SMP di Banjarbaru. Semua penderita diketahui adalah santri perempuan. Dugaan sementara virus campak rubella tersebut berasal dari daerah KLB di hulu sungai.

Dua pondok pesantren (ponpes) di Banjarbaru terdeteksi santriwatinya terserang rubella yaitu 30 di pesantren satu dan 19 di pesantren dua.

Namun semuanya sudah dilakukan karantina dengan anak tak boleh melakukan aktifitas bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

Diketahui akibat dari campak rubella yang tak tertangani dapat menyebabkan kematian pada anak. Sementara bagi ibu hamil yang terserang rubella anak yang dilahirkan akan mengalami gangguan dan cacat.

Baca: 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Langsung di Karantina

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

Baca: Maia Estianty Tampil Berjilbab Setelah Disebut Ingin Ikuti Mulan Jameela Berhijab oleh Ahmad Dhani

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Agus Widjaja, campak dan rubella menyebar melalui udara sehingga penderita harus mengurung diri sendiri di rumah atau kamar agar tak menjangkit kepada orang lain.

"Semua yang di pesantren yang terserang rubella sudah diobati dan sudah dilakukan karantina," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Banjarbaru, Rabu (5/9/2018).

Sedangkan rubella yang menyerang santriwati, lanjut Agus, virus tak menyebar karena kebersihan. Namun virus tersebut diduga menyebar akibat dibawa anak yang datang dari daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) ke Banjarbaru.

"Kan di pondok pesantren banyak santri yang asalnya dari hulu sungai mereka pulang ke hulu sungai terjangkit di sana dan menyebarkan virus ke pondok. Karena di pesantren itu santri selalu terkumpul," paparnya.

Baca: Dua Perempuan Aceh Gagal Bawa Sabu ke Banjarmasin, Simpan Barang Bukti di Celana Dalam

Baca: Puluhan Santriwati di Banjarbaru Positif Terserang Campak Rubella, Dikarantinanya Cuma di Sekolah

Baca: Rupiah Anjlok, Pengusaha Tahu di Tapin Resah, Harga Kacang Kedelai Sentuh Level Ini

Dengan adanya fatwa MUI kini ia berharap agar pondok pesantren mendukung pelaksanaan imunisasi rubella di pesantren. Saat ini jelas Agus daerah yang sudah ditetapkan menjadi KLB rubella adalah Tanjung Tabalong. Diketahui saat ini virus campak rubella di Banjarbaru masih terjangkit ke perempuan. "Kalau laki-laki belum ada kasusnya, "ujarnya.

Perempuan yang sudah terjangkit rubella harus segera diberi vaksin agar tak lagi terjadi nantinya. Dengan itu tak membahayakan saat si perempuan hamil.

Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani mengatakan saat ini jumlah anak yang diimunisasi MR sudah 30 persen. Jumlah ini sebutnya takkan bisa dinaikkan tanpa partisipasi orangtua agar mendukung anaknya untuk ikut imunasis MR.

Saat ini capaian imunisasi rubella di Banjarbaru jelasnya bukan yang tertinggi namun juga bukan yang terendah karena masih ada yang lebib sedikit dari capaian Banjarbaru. "Itu karena keraguan dari orangtua untuk memerbolehkan anaknya untuk diimuniasi MR," ujarnya.

Di Banjarbaru masih ada beberapa sekolah yang tak mau melaksanakan imunisasi MR. Oleh karena itu saat ini MUI Kalsel ujarnya sedang melakukan sosialisasi ke Pondok Pesantren Al Falah Putri dan Darul Ilmi tentang pentingnya imunisasi rubella. (rii)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePapar Kamis (6/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help