Berita Regional

Dua Perempuan Aceh Gagal Bawa Sabu ke Banjarmasin, Simpan Barang Bukti di Celana Dalam

Sabu sebanyak 197,5 gram gagal beredar di Kalimantan Selatan. Dua pembawanya ditangkap petugas Avsec Bandara Kualanamu Medan.

Dua Perempuan Aceh Gagal Bawa Sabu ke Banjarmasin, Simpan Barang Bukti di Celana Dalam
Capture Metro Banjar (6/9/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, LUBUKPAKAM - Sabu sebanyak 197,5 gram gagal beredar di Kalimantan Selatan. Dua pembawanya ditangkap petugas Avsec Bandara Kualanamu Medan, Selasa (4/9) sekitar pukul 04.30 Wita.

Mereka adalah Khatijah (27) dan Mursyidah (35) warga Kabupaten Bireuen, Aceh, yang merupakan calon penumpang pesawat Batik Air ID 6881 dengan tujuan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin transit Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, Rabu (5/9), menerangkan mereka ditangkap di area security Check Point Sentralisasi. Selanjutnya keduanya digiring ke gedung Security Building.

Dipaparkan Wisnu, saat hendak menjalani pemeriksaan, mereka terlihat ketakutan. Oleh karena itulah petugas curiga lalu melakukan pemeriksaan terhadap badan keduanya menggunakan mesin x-ray. Melihat ada benda mencurigakan, petugas perempuan memeriksa tubuh mereka secara langsung.

Baca: Maia Estianty Tampil Berjilbab Setelah Disebut Ingin Ikuti Mulan Jameela Berhijab oleh Ahmad Dhani

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

Baca: Puluhan Santriwati di Banjarbaru Positif Terserang Campak Rubella, Dikarantinanya Cuma di Sekolah

Baca: Ahok Dikabarkan Bakal Nikahi Polwan, Berpangkat Bripda Berusia 21 Tahun

"Barang bukti berupa dua bungkus sabu, masing-masing mereka simpan di celana dalam atau selangkangan. Berat seluruhnya 197,5 gram. Keduanya telah kami serahkan ke Polres Deliserdang,” ujar Wisnu.

Dalam pemeriksaan, ibu rumah tangga itu mengaku sabu diperoleh dari seorang pria di Bireuen. Sabu diserahkan di warung mereka di Bireun. Kedua bersedia membawanya ke Banjarmasin karena tergiur upah masing-masing Rp 10 juta. Namun uang tersebut belum diberikan. Mereka baru menerima Rp 1 juta untuk uang perjalanan.

"Aku baru kali ini jual sabu. Yang ngasi bilang taruh di celana biar gak ketauan. Rupanya ketahuan juga.. Aku nyesal, nyesal kali..., anakku enggak ada yang ngurus jadinya," kata Khatijah sambil menangis, Selasa sore. (tribunnews/kompas)

Baca lebih lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Kamis (6/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help