Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar AS

Eksportir Perikanan Kalsel Sebut Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Penjualan

Tingginya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah ternyata tak dirasakan pengaruhnya bagi para eksportir perikanan di Kotabaru.

Eksportir Perikanan Kalsel Sebut Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Penjualan
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (6/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tingginya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah ternyata tak dirasakan pengaruhnya bagi para eksportir perikanan di Kotabaru dan Tanah Bumbu.

PT Misaja Mitra, salah satu eksportir perikanan di Kotabaru menilai kenaikan nilai tukar rupiah atas dollar AS tidak berdampak signifikan terhadap ekspor udang ke luar.

“Tidak berpengaruh langsung terhadap penjualan karena fluktuatif harga dan persaingan. Sebelumnya kita per bulan 80 ton sesuai target, sekarang hanya 60 ton. Jadi jika dikaitkan kenaikan dolar tidak terlalu signifikan," jelas Umar, manajer PT Misaja Mitra.

Diakui Umar pembelian udang dari nelayan dengan harga rupiah, sedangkan nilai penjualan ekposr dengan harga dollar. Hanya saja Umar enggan merincikan berapa besar nilai jual per dolar atau pembelian ke nelayan per rupiah. "Mohon maaf, kalau itu rahasia perusahaan," elaknya.

Baca: Gapki Kalsel: 20 Persen Dollar AS Dana Ekspor Buat Bayar Utang, Sisanya Dikonversi ke Rupiah

Baca: Pengusaha Tambang Kalsel Siap Simpan Rupiah, Lakukan Penarikan Dana Hasil Ekspor

Aris, salah satu suplayer ekspor, mengungkapkan harga penjualan atau pembelian udang tidak berpengaruh terhadap tingginya nilai tukar rupiah mencapai Rp 15.029 per dolar.

"Tidak ada pengaruhnya. Biasa-biasa saja. Tidak ada perubahan dari semua jenis udang kualitas ekspor," jelas dia.

Banjarmasinpost 06 09 2018 A
Banjarmasinpost 06 09 2018 A ()

Disebutkan dia, beberapa jenis udang dari nelayan rata-rata dibeli antara harga Rp 30 ribu sampai Rp 270 ribu per kilogram. Dia berujar, fluktuatif harga kerap terjadi disebabkan persaingan bisnis sesama perusahaan eksportir. "Biasanya kalau permintaan lagi tinggi, barang kosong, harga naik," ungkapnya. (sah/hid/tar)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePapar Kamis (6/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help