Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar AS

Gapki Kalsel: 20 Persen Dollar AS Dana Ekspor Buat Bayar Utang, Sisanya Dikonversi ke Rupiah

Ketua GAPKI Kalsel mengatakan sebagian besar dana hasil ekspor pengusaha anggota GAPKI Kalsel sudah ditempatkan di dalam negeri.

Gapki Kalsel: 20 Persen Dollar AS Dana Ekspor Buat Bayar Utang, Sisanya Dikonversi ke Rupiah
Banjarmasinpost 06 09 2018 A 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Totok Dewanto, Ketua GAPKI Kalsel, mengatakan sebagian besar dana hasil ekspor pengusaha anggota GAPKI Kalsel sudah ditempatkan di dalam negeri.

“Kurang lebih sebanyak 70 hingga 80 persen dari dana hasil ekspor sudah dikonversi dan disimpan dalam bentuk rupiah,” katanya saat ditemui pekan lalu.

Sedangkan, sebut dia, sebagian sisa dana hasil ekspor sekitar 20 sampai 30 persen disimpan dalam bentuk dollar  AS yang digunakan untuk transaksi pembayaran utang usaha dalam bentuk dolar.

"Kami sudah usahakan konversi ke rupiah, ini juga sudah merupakan himbauan untuk teman-teman dari GAPKI Pusat,” ucapnya.

Baca: Pengusaha Tambang Kalsel Siap Simpan Rupiah, Lakukan Penarikan Dana Hasil Ekspor

Baca: Rupiah Melorot ke Level Psikologis Rp 15 Ribu, Terungkap Fakta & Ini 5 Penyebabnya

Selain menempatkan dana hasil ekspor dalam bentuk rupiah di dalam negeri, Totok mengimbau anggota GAPKI Kalsel untuk terus genjot produksi ekspor. Dengan meningkatkan produksi ekspor dapat meningkatkan devisa negara yang juga secara tidak langsung perkuat nilai tukar rupiah.

Totok berujar, rencana peningkatan ekspor sudah menemui titik terang dengan munculnya minat terhadap produk-produk hasil olahan crude palm oil (CPO) GAPKI termasuk dari Kalsel untuk di ekspor ke Rusia dan beberapa negara di Afrika.

"Rusia kelihatannya sangat welcome dengan produk kita, malah mereka minta dibuka kantor perwakilan di sana," katanya.

Di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan para pengusaha mineral dan batu bara (minerba) untuk menarik uang hasil ekspor ke Indonesia.

“Para pengusaha harus membawa pulang kembali uangnya ke tanah air karena tidak ada tambang yang dimiliki para pengusaha. Mereka hanya mendapatkan izin usaha,” tegas Jonan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Disebutkan dia, baik dalam UU Minerba atau Migas, tidak ada tambang dalam bentuk apapun yang dimiliki oleh privat atau swasta. “Semua itu dimiliki negara. Yang punya itu izin usaha, kalau ekspor uang harus kembali," ucapnya.

Baca: BI Gelontorkan Rp 11,9 Triliun Katanya untuk Jaga Rupiah, Buktinya?

Baca: Komentar Presiden Jokowi Soal Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Sampai Sentuh 15 Ribu Per Dolar

Jika ingin menyimpan di luar negeri, harus disimpan di bank nasional yang memiliki cabang di luar negeri. Diizinkan juga para pengusaha menyimpan dalam mata uang dolar atau valuta asing lainnya, asalkan disimpan di Indonesia.

"Hasil ekspornya 100 persen kembali ke Indonesia, boleh dalam bentuk dollar AS atau bisa ditempatkan di bank-bank BUMN di luar negeri,” ungkapnya. (sah/hid/tar/tribunnetwork/dik/fia)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePapar Kamis (6/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved