Kriminalitas Banjar

Kakak Korban Ungkap Dugaan Pelaku Pembunuhan di Matraman

Kematian Dahlia masih ramai diperbincangkan warga Desa Simpang Tiga RT 4 Mataraman Kabupaten Banjar.

Kakak Korban Ungkap Dugaan Pelaku Pembunuhan di Matraman
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Suasana lokasi pembunuhan di Mataraman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kematian Dahlia masih ramai diperbincangkan warga Desa Simpang Tiga RT 4 Mataraman Kabupaten Banjar. Tidak ada yang menyangka, perempuan kelahiran 1992 itu mati secara mengenaskan.

Kematiannya baru diketahui saudaranya dan warga setempat, Kamis (6/9) sekitar pukul 07.00 wita. Padahal sehari sebelumnya sempat berbincang di teras rumah tetangganya, dan membeli telur setengah kilogram untuk makan malam bersama keluarga.

Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Batal Ceramah Karena Dugaan Intimidasi, Sebut Sejumlah Ormas

“Sore hari sempat berbincang dan memberitahukan bahwa sudah beli telur setengah kilogram untuk makan malam. Tidak ada masalah keluarga,” kata Mega tetangga korban, Kamis (6/9).

Kakak korban, Nasrudin mengatakan, dirinya yang mendobrak pintu rumah karena merasa heran biasanya mengantarkan anaknya sekolah, tetapi hingga pukul 07.00 wita tampak tidak ada aktifitas. Begitu terkejutnya setelah mendobrak pintu dan melihat pintu kamar terbuka, adik perempuannya sudah dalam posisi telentang dan berlumuran darah.

“Langsung ke Polsek Mataraman untuk melaporkan kejadiannya dan langsung diterima Kapolsek kemudian ke lokasi. Barulah dievakuasi ke rumah sakit Sungai Salak, dimakamkan setelah juhur,” katanya.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Valentino Rossi Target Juara di Kandang

Dugaan kuat mengarah pada suami korban, Rulliansyah. Dikarenakan tidak ada orang lain di rumah dan pasca kejadian suaminya tersebut hilang batang hidungnya.

Nasrudin menceritakan, pada Kamis malam di desanya para pria memang sedang bekerja sehingga kondisi kampung sepi. Ruliansyah setelah Isya sempat menitipkan anaknya di rumah saudara Dahlia yang jaraknya hanya beberapa meter.

Diduga, saat itulah Ruliansyah menghabisi nyawa istrinya. Kemudian setelah selesai menghabisi nyawa istrinya, kembali menjemput anaknya tersebut dan mengantarkannya ke rumah orang tuanya di Desa Jaranih Mataraman barulah melarikan diri.

“Saat saya bersama beberapa anggota polisi mendatangi rumah orang tuanya tersebut, Rully tidak ada di rumah. Anehnya, orang tua Rully tidak mengizinkan kami menjemput anak adik saya dan keluarganya tidak ada berbelasungkawa,” ujar Nasrudin.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Akan Dibuka - Simak Waktu, Tahapan, Hingga Istilah Sebeum Daftar CPNS 2018

Sehari-hari perawakan Rulli biasa saja, sehingga tidak menaruh curiga akan terjadi hal demikian. Hanya saja dua hari terakhir, Rully selalu membawa badik di pinggang saat bekerja, namun hal itu dirasanya wajar karena bekerja serabutan di stokpile.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help