Berita Banjarbaru

Kepala Dinkes Banjabaru Sebut Campak Rubella yang Serang Santri Putri Berasal dari Dearah KLB

Dia menduga virus campak rubella menyebar akibat dibawa anak yang datang dari daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB)

Kepala Dinkes Banjabaru Sebut Campak Rubella yang Serang Santri Putri Berasal dari Dearah KLB
Capture Banjarmasin Post (6/9/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Saat ini terjadi serangan kasus campak rubella di Banjarbaru diketahui ada 49 kasus menimpa anak usia sekolah SMP di Banjarbaru. Semua penderita diketahui adalah santri perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Agus Widjaja mengatakan campak rubella tidak menyebar karena kebersihah. Dia menduga virus campak rubella menyebar akibat dibawa anak yang datang dari daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) lalu dibawa ke Banjarbaru.

"Kan di pondok pesantren banyak santri yang asalnya dari hulu sungai mereka pulang ke hulu sungai terjangkit di sana dan menyebarkan virus ke pondok. Karena di pesantren itu santri selalu terkumpul," paparnya.

Menurut Agus, virus campak dan rubella menyebar melalui udara sehingga penderita harus mengurung diri sendiri di rumah atau kamar agar tak menjangkit kepada orang lain.

Baca: Campak Rebella Serang 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru, Virusnya Diduga Berasal dari Sini

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

Baca: 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Langsung di Karantina

"Semua yang di pondok pesantren yang terserang rubella sudah diobati dan sudah dilakukan karantina," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Banjarbaru, Rabu (5/9/2018).

Diketahui, dua pondok pesantren (Ponpes) di Banjarbaru terdeteksi santriwatinya terserang rubella yaitu 30 di pesantren satu dan 19 di pesantren dua.

Namun semuanya sudah dilakukan karantina dengan anak tak boleh melakukan aktifitas bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

Diketahui akibat dari campak rubella yang tak tertangani dapat menyebabkan kematian pada anak. Sementara bagi ibu hamil yang terserang rubella anak yang dilahirkan akan mengalami gangguan dan cacat.

Dengan adanya fatwa MUI kini ia berharap agar pondok pesantren mendukung pelaksanaan imunisasi rubella di pesantren. Saat ini jelas Agus daerah yang sudah ditetapkan menjadi KLB rubella adalah Tanjung Tabalong. Diketahui saat ini virus campak rubella di Banjarbaru masih terjangkit ke perempuan. "Kalau laki-laki belum ada kasusnya, "ujarnya.

Perempuan yang sudah terjangkit rubella harus segera diberi vaksin agar tak lagi terjadi nantinya. Dengan itu tak membahayakan saat si perempuan hamil.

Baca: Maia Estianty Tampil Berjilbab Setelah Disebut Ingin Ikuti Mulan Jameela Berhijab oleh Ahmad Dhani

Baca: Ahok Dikabarkan Bakal Nikahi Polwan, Berpangkat Bripda Berusia 21 Tahun

Baca: Jokowi Disebut Omong Kosong Oleh Ekonom Amerika Terkait Merosotnya Nilai Rupiah Pada Dollar

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved