Berita Banjarbaru

Korban Campak di Banjarbaru Bertambah, Ketua Pokja Pesantren Banjarbaru Langsung Klarifikasi

Kasus campak di Banjarbaru kini semakin bertambah. Hingga Kamis (6/09) jumlah kasus campak di Banjarbaru bertambah sembilan orang.

Korban Campak di Banjarbaru Bertambah, Ketua Pokja Pesantren Banjarbaru Langsung Klarifikasi
kompas tv
Ilustrasi Campak Rubella 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kasus campak di Banjarbaru kini semakin bertambah. Hingga Kamis (6/09) jumlah kasus campak di Banjarbaru bertambah sembilan orang.

Kadinkes Kota Banjarbaru, Agus Widjaja mengklarifikasi campak yang terjadi di Banjarbaru.

Saat ini diakuinya kasus campak di Banjarbaru masuk dalam kategori kejadian luar biasa. Khususnya di daerah Landasanulin dan Lianganggang.

Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Batal Ceramah Karena Dugaan Intimidasi, Sebut Sejumlah Ormas

"Kejadian yang terjadi saat ini campak, sudah diserahkan darahnya sebanyak 52 sampel untuk diuji laboratorium apakah campak morbeli atau juga ada kandungan rubella di dalamnya," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (06/09/2018).

Selama ini berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan jelasnya terdeteksi bahwa campak yang dialami beberapa masyarakat di Indonesia mengandung rubella. Oleh karena itu vaksin MR diberikan untuk mencegah penyebaran virus campak rubella.

Baca: Ritual Ini Sudah Dilakukan Calon Pekerja Migran Asal Balangan, Namun Tetap Gagal Berangkat

52 sampel darah tersebut diambil dari kasus campak yang terjadi di dua pondok pesantren di Banjarbaru.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Pondok Pesantren Banjarbaru, Syamsuni mengatakan tak ada campak rubella di pesantren. Selama ini yang ada santriwati hanya terkena kerumut.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Valentino Rossi Target Juara di Kandang

"Hanya kerumut, tidak ada rubella," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa tak ada santri dikarantina karena terkena campak. "Yang ada santri dipulangkan," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id /milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved