Rangkaian Harjad Kota Banjarmasin ke 492

Kota Banjarmasin Penerima Bagi Hasil Pajak Paling Jumbo dari 13 Daerah di Kalsel, Ini Nilainya

Berdasarkan estimasi perhitungan pajak pada tahun 2018 ini Banjarmasin menerima bagi hasil sebesar Rp170.432.906.661,00.

Kota Banjarmasin Penerima Bagi Hasil Pajak Paling Jumbo dari 13 Daerah di Kalsel, Ini Nilainya
Istimewa
Pemprov DKI Jakarta menghapus denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor bagi wajib pajak yang membayar pajak pada periode 17 Juli-31 Agustus 2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap tahun, 13 kabupaten dan kota di Kalsel menerima dana bagi hasil pajak sekitar Rp 1.247 triliun. Dari jumlah tersebut dibagikan ke masing-masing daerah sesuai dengan pendapatan pajak.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah Badan Keuangan Daerah Kalsel, H Rustamaji, Rabu (5/9/2018). Pembagian bagi hasil tersebut bervariasi. Masing-masing kabupaten dan kota menerima didasarkan atas pendapatan di daerah tersebut. Penerima bagi hasil pajak terbesar adalah Kota Banjarmasin.

Kata Rustam Aji, ada lima komponen pajak yang dibagikan ke kabupaten/kota. Yakni pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan (PAP), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), dan pajak rokok.

Besaran pembagian ke kabupaten/kota adalah jumlah pajak yang masuk per daerah.

Baca: Kepala Dinkes Banjabaru Sebut Campak Rubella yang Serang Santri Putri Berasal dari Dearah KLB

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

"Misalnya PKB nomor platnya Banjarmasin maka pembagian pajaknya juga untuk Banjarmasin. Atau PAP dari Kabupaten Banjar maka pembagiannya juga untuk Kabupaten Banjar. Berapa pajak yang diterima dari daerah tersebut maka berapa persennya akan dikembalikan ke daerah itu juga," urainya.

Berdasarkan estimasi perhitungan pajak pada tahun 2018 ini Banjarmasin menerima bagi hasil sebesar Rp170.432.906.661,00. Sektor PKB dan PBBKB penyumbang terbesar untuk Banjarmasin, yaitu Rp59.100.493.815,00 dan Rp69.730.222.002,00. Sedangkan PAP, BBNKB, dan pajak rokok masing-masing menyumbang Rp108.020.949,00, Rp22.222.883.933,00, dan Rp19.271.285.962,00.

"PKB besar untuk Banjarmasin karena memang kendaraan sangat banyak di sana. Sedangkan PBBKB juga besar karena penggunaan bahan bakar juga sangat besar dari SPBU," tambahnya.

Daerah terbesar kedua penerima bagi hasil adalah Kabupaten Tabalong, sebesar Rp 141.480.503.289,00. Penyumbang terbesar untuk Tabalong dari sektor PA dan BBNKB, yaitu Rp111.062.421,00 dan Rp43.915.667.482,00.

Baca: Campak Rebella Serang 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru, Virusnya Diduga Berasal dari Sini

Baca: Jokowi Disebut Omong Kosong Oleh Ekonom Amerika Terkait Merosotnya Nilai Rupiah Pada Dollar

Kemudian daerah penerima bagi hasil terbesar ke tiga adalah Kabupaten Banjar, Rp107.295.429.295,00. Berikutnya Tanahlaut Rp111.551.486.681, Tanahbumbu Rp104.688.608.613, Kotabaru Rp104.195.657.300, Banjarbaru Rp92.047.205.037, Tapin Rp77.297.589.050, Hulu Sungai Selatan Rp71.883.844.093, Barito Kuala Rp70.520.929.552, Hulu Sungai Tengah Rp70.169.908.438, Hulu Sungai Utara Rp63.268.938.108, dan Balangan Rp62.499.861.883.

Masih menurut Rustamaji, pembagian hasil pajak ini mengacu Undang-undang No 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Untuk PKB dan BBNKB diserahkan kepada kabupaten/kota sebesar 30 persen.

Kemudian PBBKB diserahkan ke kabupaten/kota sebesar 70 persen. Selanjutnya pajak rokok diserahkan ke kabupaten/kota sebesar 70 persen. Dan PAP diserahkan ke kabupaten/kota sebesar 50 persen. (lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help