Berita Banjarmasin

Kurs Dolar ke Rupiah Naik, Orangtua di Banjarmasin yang Sekolahkan Anak di Luar Negeri Khawatir

Seperti yang diketahui depresiasi rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat sempat menyentuh angka Rp 15.000 per dolar AS.

Kurs Dolar ke Rupiah Naik, Orangtua di Banjarmasin yang Sekolahkan Anak di Luar Negeri Khawatir
istimewa
Rezki Amalia yang kuliah di Perancis 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seperti yang diketahui depresiasi rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat sempat menyentuh angka Rp 15.000 per dolar AS.

Hal ini membuat orangtua yang menyekolahkan anaknya di luar negeri harus mengocek kantong lebih dalam.

Seperti halnya Riri, warga Banjarmasin yang menyekolahkan anaknya di Republik Tiongkok, Nanjing, turut khawatir.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Persija vs Selangor FA via Link Youtube dan Facebook

Ia sendiri khawatir karena bila semakin tinggi nilai dolar tehadap rupiah akan  mempengaruhi nilai rupiah terhadap mata uang lainnya.

"Saya kira awalnya pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh pada mata uang lain seperti Yuan, ternyata turut berpengaruh," kata Riri.

Riri merincikan sebelum ramai pelemahan rupiah, saat itu ia menyebutkan satu Yuan senilai Rp 1.800 hingga Rp 1.900, tapi saat ini 1 Yuan menyentuh Rp 2.250 hingga Rp 2.500.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018 Pada 16-20 September, 3 Kesalahan di Sscn.bkn.go.id Gagalkan Peserta

"Sebelumnya saya cukup mengirim Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, tapi saat ini saya harus mengirim Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta," jelasnya.

Ia melanjutkan meski pendidikan anaknya di luar negeri merupakan beasiswa, tapi untuk uang saku, bayar buku kuliah dan bayar asuransi masih ia tanggung sendiri.

Riri mengharapkan agar nilai dolar terhadap rupiah akan turun dan kembali bisa stabil.

Hal ini juga dirasakan orangtua lainnya di Banjarmasin yang menyekolahkan anaknya di luar negeri.

Baca: Korban Campak di Banjarbaru Bertambah, Ketua Pokja Pesantren Banjarbaru Langsung Klarifikasi

Dijelaskan Purnamawati, yang menyekolahkan anaknya di Perancis, ia mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk membiayai anaknya menempuh pendidikan.

"Memang berdampak sekali saat depresiasi rupiah seperti sekarang, selain pelemahan terhadap mata uang USD juga berdampak pada mata uang lainnya seperti Euro," jelasnya.

Ia melanjutkan di tahun 2016 pertama kali menguliahkan anaknya 1 Euro masih sekiat Rp15 ribu, tapi sekarang sudah sekitar Rp 17.400.

"Jadi kalau dulu anak saya perlu uang 100 Euro, hanya mengirim Rp 1,5 juta, tapi sekarang harus mengirim Rp 1,7 juta," lanjutnya.

(banjarmasinpost.co.id/m maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help