Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar AS

News Analysis Dosen FEBI UIN Antasari M Rifqi : Masyarakat Perlu Memahami Bukan Seperti 1998

Sebagian pihak bahkan menduga bahwa Indonesia akan dilanda krisis sebagaimana yang terjadi di tahun 1998 dan 2008.

News Analysis Dosen FEBI UIN Antasari M Rifqi : Masyarakat Perlu Memahami Bukan Seperti 1998

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - TEKANAN dollar Amerika Serikat terhadap nilai Rupiah yang terjadi belakangan cukup meresahkan masyarakat. Hingga tanggal 5 september 2018 kemarin, tercatat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai lebih dari Rp 15 ribu.

Sebagian pihak bahkan menduga bahwa Indonesia akan dilanda krisis sebagaimana yang terjadi di tahun 1998 dan 2008.

Namun sebelum berprasangka yang tidak-tidak, kiranya masyarakat perlu memahami bahwa kenaikan dollar terjadi lebih karena faktor eksternal dan bukan karena kondisi ekonomi internal Indonesia yang melemah. Faktor eksternal itu di antaranya persaingan dagang antara Amerika dan Cina.

Kemudian kedua, harus diketahui pula bahwa kondisi Indonesia saat ini sangat berbeda dengan tahun 1998, dimana instrumen pengawasan keuangan di tahun 1998 tersebut belum bersifat independen dan terbuka seperti sekarang.

Baca: Eksportir di Kalsel Nikmati Kenaikan Pendapatan, Gapki Genjot Ekspor Olahan Sawit

Baca: Money Changer di Kota Banjarmasin : Yang Jual Dollar AS dan Beli Berimbang

Baca: Rupiah Melorot ke Level Psikologis Rp 15 Ribu, Terungkap Fakta & Ini 5 Penyebabnya

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator sekaligus pengawas sektor keuangan internal saat ini sudah independen dan selalu menyampaikan laporan secara terbuka sehingga dapat diawasi oleh masyarakat luas.

Bauran regulasi pun telah diatur sedemikian rupa untuk menjaga stabilitas keuangan. Contohnya pada saham sebagai salah satu instrumen pasar modal yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh nilai tukar, terdapat sistem ambang batas dimana kenaikan maupun penurunan nilai saham tersebut tidak diperbolehkan terlalu signifikan hingga melewati ambang batas yang telah ditentukan regulasi.

Banjarmasinpost 06 09 2018 A
Banjarmasinpost 06 09 2018 A ()

Maka dari itu pemerintah perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih dalam ambang yang bisa dikendalikan dan pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk mencegah agar krisis tidak terjadi lagi dengan upaya-upaya yang nyata.

Selain itu, masyarakat harus melindungi diri dari menerima maupun menyebarkan isu-isu yang berpotensi memicu kepanikan. Sebab kepanikan yang berujung kepada demo, kerusuhan, hingga huru-hara sebagaimana yang terjadi di 1998 silam tidak akan menyelesaikan masalah dan malah justru dapat memperburuk keadaan nilai tukar rupiah tersebut. (acm)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePapar Kamis (6/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help