Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar AS

Pengusaha Tambang Kalsel Siap Simpan Rupiah, Lakukan Penarikan Dana Hasil Ekspor

Para pengusaha tambang di Banua menyikapi positif langkah pemerintah yang meminta pengusaha tambang untuk menarik uang hasil ekspor

Pengusaha Tambang Kalsel Siap Simpan Rupiah, Lakukan Penarikan Dana Hasil Ekspor
banjarmasinpost cetak
Halaman 1 Harian Banjarmasinpost Edisi Kamis (6/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Para pengusaha tambang di Banua menyikapi positif langkah pemerintah yang meminta pengusaha tambang untuk menarik uang hasil ekspor ke dalam negeri, menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belakangan ini.

Sejak pertengahan Agustus 2018 para pengusaha tambang tergabung dalam Asosiasi Pemegang Izin dan Kontraktor Tambang (Aspektam) Kalsel, menerapkan kebijakan penarikan dana hasil ekspor ke dalam negeri.

“Meski tidak secara masif, namun kurang lebih 20 persen dari total pengusaha anggota

Aspektam merupakan pengusaha yang bermain di pasar ekspor, sudah menempatkan dana hasil ekspor di dalam negeri,” ungkap Solihin, ketua Aspektam Kalsel kepada BPost, belum lama tadi.

Baca: Rupiah Melorot ke Level Psikologis Rp 15 Ribu, Terungkap Fakta & Ini 5 Penyebabnya

"Ini sebagai andil kami menunjukkan nasionalisme dengan ikut membantu menstabilkan rupiah," ujarnya.

Solihin juga mengingatkan para pengusaha di sektor tambang bersikap bijak dalam penggunaan tambahan pendapatan akibat tingginya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah saat ini. Sebab, menurut dia, tidak ada pihak yang bisa memastikan perbaikan harga dan bisnis batu bara Kalsel secara umum dapat berjalan baik dan lancar dalam jangka panjang.

"Jadi, kami imbau untuk simpan dalam negeri dan hati-hati menggunakannya, karena tidak bisa dipastikan ke depan situasinya bagaimana," ujar Solihin.

Langkah yang sama juga dilakukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel yang tercatat memiliki 46 perusahaan aktif.

Totok Dewanto, Ketua GAPKI Kalsel, ditemui pekan lalu, mengatakan sebagian besar dana hasil ekspor pengusaha anggota GAPKI Kalsel sudah ditempatkan di dalam negeri.

Baca: Ahok Dikabarkan Bakal Nikahi Polwan, Fifie Sebut Syarat Wanita Jadi Istri Ahok

“Kurang lebih sebanyak 70 hingga 80 persen dari dana hasil ekspor sudah dikonversi dan disimpan dalam bentuk rupiah,” ungkapnya.

Sedangkan, sebut dia, sebagian sisa dana hasil ekspor sekitar 20 sampai 30 persen disimpan dalam bentuk dollar yang digunakan untuk transaksi pembayaran utang usaha dalam bentuk dolar.

"Kami sudah usahakan konversi ke rupiah, ini juga sudah merupakan himbauan untuk teman-teman dari GAPKI Pusat,” ucapnya.

Selain menempatkan dana hasil ekspor dalam bentuk rupiah di dalam negeri, Totok mengimbau anggota GAPKI Kalsel untuk terus genjot produksi ekspor. Dengan meningkatkan produksi ekspor dapat meningkatkan devisa negara yang juga secara tidak langsung perkuat nilai tukar rupiah. (sah/hid/tar/tribunnetwork/dik/fia)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePapar Kamis (6/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help