Berita Balangan

Peraih Inobel di Balangan Terbitkan Buku Ular Tangga Tematik‬, Ini Harapan Disdik

Febtika saat ini sebagai Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan di Disdik Balangan dulunya seorang guru di SMPN 4 Paringin.

Peraih Inobel di Balangan Terbitkan Buku Ular Tangga Tematik‬, Ini Harapan Disdik
Facebook/Febtika Reysne
Febtika Reysne dengan buku karyanya bersama Kabid Pembinaan SMP di Disdik Balangan, Rafiul Amal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Karya Febtika Reysne yaitu Ular Tangga Tematik‬ Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil‬ Belajar IPS Kelas VIII SMPN akhirnya resmi dibukukan.

Kemarin Rabu (5/9/2018) buku tersebut sudah dicetak sebanyak 35 eksemplar.

Febtika yang saat ini menjabat sebagai Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan di Disdik Balangan dulunya seorang guru di SMPN 4 Paringin.

Tahun 2016 saat sebagai guru, karya Ular Tangga Tematik‬ membawa dirinya meraih juara II dalam Lomba Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru Pendidikan Dasar Tingkat Nasional tahun 2016.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (6/9/2018) ia menjelaskan dalam buku dengan 52 halaman tersebut dipaparkan tentang ular tangga tematik.

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

Baca: Campak Rebella Serang 49 Santri Putri Dua Ponpes di Banjarbaru, Virusnya Diduga Berasal dari Sini

Baca: Maia Estianty Tampil Berjilbab Setelah Disebut Ingin Ikuti Mulan Jameela Berhijab oleh Ahmad Dhani

Melalui model tersebut bertujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang maksimal dan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik.

Oleh karena itu perlu adanya suatu alat yang mendukung pembelajaran tersebut. Alat yang digunakan untuk pendukung dalam pembelajaran tersebut biasanya berupa media yang dapat melengkapi proses pembelajaran dan juga untuk merangsang siswa berfikir.‬

"Media pembelajaran yang dengan nama ular tangga tematik ini terinspirasi dari permainan ular tangga yang sudah dikenal masyarakat," ujarnya.

Ular tangga merupakan permainan yang bersifat sederhana, berupa petak yang berisi kotak-kotak yang diantaranya disisipi kotak berisi ular dan tangga.

Permainan ular tangga ini dimodifikasi menjadi permainan ular tangga pembelajaran dan dalam aturan permainannya ditambahkan peraturan baru agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.

"Media ini merupakan sumber belajar yang dirancang secara visual dan digunakan siswa secara individu maupun kelompok," katanya.

Baca: Inikah Sosok Polwan Calon Istri Ahok, Foto Bripda PND Tersebar di Media Sosial

Baca: Jokowi Disebut Omong Kosong Oleh Ekonom Amerika Terkait Merosotnya Nilai Rupiah Pada Dollar

Baca: Jelang MotoGP San Marino, Paus Fransiskus Ingin Marc Marquez, Dani Pedrosa dkk Mengalahkan Ego

‪Masih dijelaskannya, media ini terbuat dari Plastik Banner untuk papan ular tangga dan Kardus Bekas untuk dadu.Pembuatannya cukup mudah.

Bentuk ular tangga dibuat pada Microsoft Word atau perangkat lunak sejenis corel draw, temukan gambar- gambar ular dan gambar tangga serta tentukan panjang pendek ular dan tangga tersebut, buat kolom-kolom yang berisi angka untung menentukan langkah, sertakan gambar-gambar menarik tentang contoh akibat penyimpangan social dan gambar yang merupakan kategori pranata social dalam kolom yang kita tentukan dengan di alur dan dipasangkan menggunakan ular dan tangga.

Setelah selesai memberikan warna-warna yang menarik pada kolom, hasilnya dserahkan pada percetakan untuk dicetak dengan ukuran 2m X 2m pada plastic banner.

Kardus bekas potong persegi sebanyak 6 potong, rekatkan menggunakan lem/ lakban hingga membentuk kubus, beri titik-titik setiap sisinya sebanyak 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 (dadu).

"Media pembelajaran ini relatif awet, tidak mudah rusak, dan dapat digunakan bertahun-tahun," tutupnya.

Baca: Menhub Budi Karya Akan Pencepat Penerapan Operasional Terminal Tipe A Gambut Barakat

Baca: Momen Via Vallen dan Adiknya Kompak Bikin Kesal Ibunda, Sampai Sembunyi Loh

Baca: Hotman Paris Hutapea Doakan Warga Banjarmasin Agar Semakin Kaya, Warganet Malah Fokus ke Cincinnya

Oleh karena itu ia mengharapkan karyanya yang telah dibukukan tersebut bisa bermanfaat bagi guru dan siswa, terlebih bisa memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Balangan.

Sementara itu Kabid Pembinaan SMP di Disdik Balangan, Rafiul Amal mengaku sangat bangga ada insan guru yang bisa menerbitkan karyanya dalam sebuah buku.

Saat ini beberapa eksemplar buku tersebut sudah didistribusikan ke beberapa tempat, seperti di pojok baca disdik, pemkab, perpustakaan daerah, serta ke sekolah.

"Harapan kami terutama bagi guru di Balangan bisa meniru dan termotivasi untuk melahirkan ide kreatifnya, serta dapat dibukukan, karena menjadi nilai plus sebagai salah satu syarat untuk kenaikan pangkat," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved