Berita Banjarbaru

Ritual Ini Sudah Dilakukan Calon Pekerja Migran Asal Balangan, Namun Tetap Gagal Berangkat

Tak disangka banyak persiapan dan ritual yang dilakukan calon PMI asal Kalsel ini sebelum bekerja di luar negeri.

Ritual Ini Sudah Dilakukan Calon Pekerja Migran Asal Balangan, Namun Tetap Gagal Berangkat
banjarmasin post group/ milna sari
Kepala BP3TKI Banjarbaru Amanullah berbincang dengan calon PMI non prosedural di kantor BP3TKI Banjarbaru di Jalan Rosella Banjarbaru, Kamis(06/09/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah bermodal besar, namun sepuluh perempuan calon PMI non prosedural asal Kalsel yang terdiri dari delapan orang dari HST dan dua orang dari Balangan ini batal berangkat ke Arab Saudi karena terciduk BP3TKI Banjarbaru bersama security Angkasa Pura dan AURI di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kamis (06/09/2018).

Tak disangka banyak persiapan dan ritual yang dilakukan calon PMI asal Kalsel ini sebelum bekerja di luar negeri.

Baca: Gadis Cantik Menangis di Bandara Syamsudin Noor Karena Batal Jadi Pembantu di Arab Saudi

Jelas salah satu calon PMI non prosedural asal Balangan, Yanti sebelum berangkat mereka minta persetujuan pembakal atau kepala desa.

Kemudian mereka juga melaksanakan selamatan yaitu berupa salah hajat berjamaah di rumah. Mereka juga meminta air pemberi kasihan kepada orang alim.

"Sama seperti orang mau berangkat haji, ada salat hajat dulu, semua warga diundang, memang begitu budayanya, PMI yang dulu mau berangkat juga begitu," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Batal Ceramah Karena Dugaan Intimidasi, Sebut Sejumlah Ormas

Ditaksir dana yang dihabiskan untuk persiapan keberangkatan untuk bekerja di Arab Saudi sekitar Rp 3 juta. Untungnya mereka tidak ada melakukan penyetoran ke sponsor.

"Biaya pesawat sponsor yang tanggung, cuma biaya persiapan saja yang besar," ucapnya.

Miris lagi, dana yang digunakan adalah dana dari pinjaman. Rencananya para calon PMI tersebut akan membayar setelah bekerja di luar negeri. Namun mereka keburu diciduk di bandara.

Baca: Puluhan Warga Daha Serahkan Alat Setrum Ikan ke Polisi

"Niatnya mau bayar hutang, tapi kalau batal berangkat gimana bayar hutangnya," ujarnya.

Kepala BP3TKI Banjarbaru, Amanullah mengatakan saat ini moratorium untuk bekerja di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi masih berlaku kecuali untuk supir dan lulusan sarjana.

Saat ini pemerintah masih membuka lowongan bekerja ke luar negeri sebagai pembantu bagi yang tidak lulusan sarjana untuk bekerja di Malaysia, Hongkong, Taiwan, Singapura dan negara Asia Timur dan Asean.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Valentino Rossi Target Juara di Kandang

"Pesan kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri harus mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten atau kota secara resmi, kalau ada job akan disalurkan ke perusahaan resmi atau diberangkatkan secara prosedural," jelasnya.

Dengan itu PMI mendapatkan perlindungan dari pemerintah dan bisa bekerja dengan tenang karena menjadi PMI yang legal.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tak tergiur oleh biro atau sponsor yang menyelenggarakan pengiriman tenaga kerja sebagai pembantu ke Arab Saudi. Karena jika ada itu adalah biro atau sponsor ilegal.
(banjarmasinpost.co.id /milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help