Berita Hulu Sungai Tengah

4 Kali Ditabrak Mobil, Pemilik Bangunan di Tikungan Pangambau Batalkan Buka Warung Kopi

Tikungan tajam di Desa Pangambau Luar, Kecamatan Haruyan Hulu Sungai Tengah, menyimpan cerita sendiri dan sering menjadi perbincangan warga.

4 Kali Ditabrak Mobil, Pemilik Bangunan di Tikungan  Pangambau Batalkan Buka Warung Kopi
BANJARMASINPOST/HANANI
Sejumlah delineator dipasang Dishub Kalsel, Jumat (7/9/2018) setelah seringnya di lokasi tersebut terjadi kecelakaan lalu lintas. 

Meski demikian, Markadiah menyatakan, cucunya tak berniat pindah rumah dari lokasi tersebut.

Selain bangunan warung depan rumah cucunya itu, bangunan lain yang sering menjadi korban kecelakaan tunggal pengendaran mobil, adalah rumah Hasbi, sekitar 50 meter dari rumah Husnul.

“Kalau rumah Pa Hasbi, sudah tiga kali ditabrak mobil, dan Alhamdulilah hanya mengenai teras rumah, dan tak ada korban jiwa,”ungkap Markadiah.

Hasbi , yang hendak ditemui kemarin tak ada di rumahnya. “Kami tak menyalahkan pelebaran jalannya. Tak juga menyalahkan jalan yang diaspal. Tapi menurut kami, kecelakaan terjadi karena pengemudinya yang terlalu kencang saat membawa mobil,” kata Markadiah.

Baca: Siap Tumpas Begal di Banjarbaru, Tim URC Siharat Dibekali Senjata Ini

Disebutkan, tikungan tajam tersebut menjadi rawan kecelakaan, terutama ketika turun hujan. Saat hujan, jalan menjadi licin, mobilnya terlalu kencang. Bagi yang tak hapal kondisi jalan, maka jadilah ngerem mendadak sehinga jatuh.

Menurut Markadiah, jika ada yang mengatakan pengendaranya sering diganggu makhluk gaib, dia tak sependapat.

“Menurut saya lebih ke faktor manusianya. Saat menyetir mungkin  tak hati-hati, ngantuk, atau tak mengenali kondisi jalan,”tambahnya.

Sementara, Ermansyah, warga Pangambau lainnya mengatakan, saat hujan turun, aspal jalan yang cukup tebal di tikungan tersebut menjadi licin. Jika pengendaranya ngebut, dan mengerem mendadak, jadi slip. “Jika tak menabrak rumah atau warung, mobil korbannya sering jatuh ke got atau terbalik di tengah jalan,”katanya.

Pantauan BPost, Jumat (7/9/2018), rambu tanda peringatan daerah rawan kecelakaan mulai di pasang di sekitar lokasi tikungan.

Juga delineator dan sipron untuk menandai jalan tersebut merupakan tikungan berbahaya. Pemasangan rambu-rambu tersebut dilaksanakan pekerja yang melaksanakan proyek Dinas Perhubungan Kalsel.

“Delineator yang kami pasang ada 35 buah, juga sipron yang dipasang di pinggir jalan sepanjang tikungan,”kata Syahri, salah satu pekerja.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved