Berita Banjarmasin

Antisipasi Rabies, 286 Anjing di Banjarmasin Divaksin Oleh Petugas

Sebanyak 286 anjing di Banjarmasin divaksin rabies oleh Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin

Antisipasi Rabies, 286 Anjing di Banjarmasin Divaksin Oleh Petugas
istimewa/Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin untuk Banjarmasin Post Group
Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, saat memberikan vaksin rabies. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Sebanyak 286 anjing di Banjarmasin divaksin rabies oleh Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin di Kecamatan Banjarmasin Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Barat.

Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Anang Dwijatmiko, mengatakan target dari Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memvaksin rabies anjing di Banjarmasin ada 600 anjing.

Baca: Calon Istri Ahok, Bripda PND Selalu Berhijab Setiap Jumat Saat Masih SMA Kata Kepala Sekolahnya

Namun, saat ini baru 286 anjing yang baru divaksin dalam rentang waktu dua pekan ini. Pelaksanaan vaksin akan terus dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin untuk mencegah penularan rabies dari anjing kepada manusia.

Dijelaskan Anang, jumlah vaksin rabies pada anjing tahun ini lebih tinggi dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 300 anjing saja.

“Ini pencegahan dari kami untuk penularan rabies,” katanya.

Meski demikian belum ada kasus rabies di Banjarmasin. Namun, untuk pencegahan menurutnya perlu dilakukan vaksin. Apalagi vaksin rabies ini perlu diberikan satu setiap tahun.

Baca: Nasib Penghina Ustadz Abdul Somad, Dibekuk FPI dan Terancam Hukum Adat Diusir Dari Riau

“Beberapa pemilik anjing, ada yang menolak ada juga yang sudah memvaksin ke dokter hewan,” jelasnya.

Menurutnya jika terjadi gigitan anjing yang terinveksi rabies kepada manusia akan menular. Dampak terparah adalah kematian. “Rabies penyakit yang bersifat zoonosis,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help