Kriminalitas Tabalong

Diburu Sejak Juli, Akhirnya DPO Peredaran Sabu Ini Berhasil Dibekuk Polres Tabalong

Pria yang mengaku warga Desa Tantaringin kecamatam Kelua, ini berhasil dibekuk Satnarkoba Polres Tabalong

Diburu Sejak Juli, Akhirnya DPO Peredaran Sabu Ini Berhasil Dibekuk Polres Tabalong
Humas Pemkab Tabalong
Tersangka Rahmad Fadli alias Mandra (26) dan barang bukti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Menjadi orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena kasus peredaran sabu, Rahmad Fadli alias Mandra (26), kini tak bisa lagi bebas berkeliaran.

Pria yang mengaku warga Desa Tantaringin kecamatam Kelua, ini berhasil dibekuk Satnarkoba Polres Tabalong, Kamis (6/9/2018) dinihari sekitar pukul 00.15 Wita, di rumahnya.

Dari penangkapan terhadap pelaku ini petugas mendapatkan barang bukti berupa 2 buah timbangan digital warna silver dan putih, 1 buah handphone Nokia warna Hitam.

Baca: Mahasiswi ULM Banjarmasin Ini Alami Kecelakaan, Hingga Meninggal Dunia

Kemudian juga didapatkan barang bukti berupa 1 buah scop yang terbuat dari sedotan dan juga 1 pak plastik klip.

Informasi didapat, pelaku masuk sebagai DPO berawal dari pengungkapan dugaan peredaran narkoba yang melibatkan Budi alias Aman Pikuk di sebuah rumah Desa Sei Buluh Kecamatan Kelua.

Penangkapan terhadap pelaku Budi alias Aman Pikuk ini terjadi Juli lalu, tepatnya Selasa (3/7/2018) malam sekitar pukul 19.30 wita.

Baca: Live Streaming Supersoccer.tv UEFA Nations League Sabtu 7 September, Italia vs Polandia

Dalam penangkapan ini petugas yang melakukan penggeledahan badan terhadap pelaku memukan 3 kantong sabu dengan berat masing masing 5 gram.

Kemudian juga ada 3 paket sabu dengan berat masing masing 0,58 graam, 0,34 gram dan 0,39 gram atau dengan total berat semuanya 16,31 gram.

Dengan temuan itu petugas kemudian membawa pelaku ke Mapolres Tabalong untuk menjalani proses lebih lanjut.

Ternyata saat sudah di mapolres dan menjalani pemeriksaan, pelaku Budi alias Aman Pikuk ini mengaku masih ada menyimpan barang yang diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Baca: Menang di Pengadilan Kriss Hatta Mengaku Akan Segera Ceraikan Pacar Billy Syahputra, Hilda Vitria

Mendengar pengakuan ini, sekitar pukul 23.00 wita, anggota kembali ke rumah pelaku di Desa Sei Buluh untuk melakukan penggeladahan dan ditemukan sabu-sabu yang jumlahnya cukup banyak.

Saat itu petugas mendapat dua kantong besar sabu yang ditanam di tanah samping rumahnya.

Berat sabu yang ditemukan masing- masing 62,42 gram dan 102,04 gram. Kemudian juga ada lagi 1 kantong kecil dengan berat 5,03 gram, sehingga total semuanya 169,49 gram yang dimasukan di dalam kotak bekas es krim.

Dengan temuan sabu yang cukup banyak itulah petugas meyakini ada pelaku lainnya yang diduga terlibat.

Dan benar saja, ketika ditanya pelaku Budi alias Aman Pikuk mengaku mendapatkan sabu itu dari pelaku Rahmat Fadli alias Mandra yang menitipkan kepadanya.

Sejak itulah kemudian pelaku Rahmat Fadli alias Mandra dicari dan akhirnya beberapa bulan kemudian, tepatnya Kamis (6/9/2018) dinahari sekira jam 00.15 wita, anggota satresnarkoba berhasil menangkapnya.

Pelaku diamankan petugas saat berada di rumahnya di Desa Tantaringin Kecamatan Kelua, Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kasubaghumas Iptu H Ibnu Subroto, dikonfirmasi Jumat (7/9/2018) membenarkan penangkapan DPO yang diduga terlibat peredaran sabu dari pelaku lainnya yang sudah diamankan terlebih dahulu.

"Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Tabalong guna proses hukum lebih lanjut," katanya.
(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help