Ekonomi dan Bisnis

DPD REI Kalsel Kembangkan Rumah Terapkan Konsep Desain Lokal Banjar

DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan bangun 10 ribu unit rumah sepanjang Tahun 2018 ini.

DPD REI Kalsel Kembangkan Rumah Terapkan Konsep Desain Lokal Banjar
istimewa/DPD REI Kalsel
Rumah-rumah berdesain khas budaya Banjar yang dikembangkan DPD REI Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan bangun 10 ribu unit rumah sepanjang Tahun 2018 ini.

Namun tak hanya sekedar membangun rumah, DPD REI Kalsel yang diketuai Direktur Mahatama Properti Group, Royzani Sjahcril juga bermisi lestarikan kebudayaan Banjar lewat properti.

Karena itu, saat ini pihaknya usahakan untuk terapkan filosofi dan desain rumah adat khas Banjar pada rumah-rumah yang dibangun.

Beberapa desain rumah klasik khas Banjar seperti gajah menyusu dan bubungan tinggi sudah diterapkan pada ratusan rumah yang dibangun tahun 2018 ini.

Baca: Cewek Ini Makcomblangnya Ahok dan Polwan Cantik Bripda Puput, Antar Makan ke Bui

Dijelaskan Royzani, setidaknya saat ini sudah ada 300 unit rumah baik untuk segmen rumah subsidi maupun komersil yang berdesain khas Banjar berhasil dibangun di Kalsel.

"Ini akan kami teruskan dan ditargetkan sebanyak 5 ribu unit dalam lima tahun kedepan," kata Royzani.

Tak hanya sekedar bentuk, namun hingga bahan-bahan yang digunakan pun semaksimal mungkin mengadaptasi dari desain tradisional ini contohnya penggunaan sirap sebagai ornamen pada atap rumah.

Baca: Kartika Putri Bocorkan Rahasia Dapatkan Habib Usman bin Yahya, Ini Doa Minta Jodoh

Desain rumah tradisional Banjar menurut Royzani memiliki banyak unsur fungsional termasuk untuk kenyamanan penghuni tinggal di dalamnya.

"Contohnya cirikhas atap tinggi dan konsep panggunga supaya sirkulasi udara lebih baik dan hawa tidak panas, ini kan sesuai dengan mayoritas kondisi rawa di sini," kata Royzani.

Menurutnya, kendala dalam penerapan konsep ini terdapat pada rumah bersubsidi, karena pada rumah-rumah bersubsidi ada penyesuaian batasan harga yang sudah ditetapkan.

Baca: Kris Hatta Bersorak Gugatan Hilda Vitria Ditolak, Billy Syahputra Terbaring di Rumah Sakit

Hingga saat ini Ia menilai sambutan masyarakat dengan rumah-rumah berdesain tradisional ini sangat positif, buktinya ratusan rumah berkonsep ini baik rumah bersubsidi maupun komersil laku dibeli masyarakat.

Kedepan Royzani juga mengimbau lebih banyak lagi para pengembang lainnya khususnya yang tergabung di DPD REI Kalsel untuk terapkan konsep yang sama.

Hal ini menurutnya penting untuk melestarikan dan kearifan lokal daerah di Kalsel karena menurutnya banyak pengembang saat ini sudah melupakan unsur kearifan lokal dalam desain-desain rumah yang dikembangkan.

Selama ini, rumah-rumah yang dikembangkan dinilai cenderung monoton dengan desain-desain minimalis dan bahkan justru meniru desain bergaya eropa dibandingkan desain lokal.

"Ke depan kami berusaha untuk tetap mengedepankan tema arsitektur banjar dalam proyek-proyek kami. Kami ingin kalsel mempertahankan ciri khasnya sebgai masayarakat suku banjar yg mempunyai ragam budaya atau arsitektur budaya yang tidak kalah dari daerah wisata lainnya seperti Bali dan Yogyakarta," kata Royzani.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help