Berita Banjarmasin

Ibnu Sina Wacanakan Ubah MoU Terkait Pembangunan RSUD Sultan Suriansyah, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Banjarmasin berencana mengubah MoU terkait pelaksanaan Pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Ibnu Sina Wacanakan Ubah MoU Terkait Pembangunan RSUD Sultan Suriansyah, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Foto Maket RSUD Sultan Suriansyah di RK Ilir Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berencana mengubah MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan DPRD Kota Banjarmasin terkait pelaksanaan Pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Jika jadi berubah, ini merupakan MoU kedua oleh Pemko Banjarmasin. MoU pertama dilakukan pada 2014 lalu, dengan perjanjian pelaksana pembangunan selama dua tahun.

Perubahan ini terkait rentang waktu pelaksana pembangunan rumah sakit. Jika sebelumnya target pelaksana pembangunan pada 2019 kini target penyelesaian pembangunan rumah sakit pada 2020 mendatang.

Baca: Nasib Penghina Ustadz Abdul Somad, Dibekuk FPI dan Terancam Hukum Adat Diusir Dari Riau

“Tahun 2017 anggaran sempat tidak tersentuh. Makanya, kami akan mengubah MoU multiyears. Syarat MoU pembangunan rumah sakit multiyears tidak boleh melebihi masa jabatan wali kota. Makanya targetnya pada  2020,” jelas Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Lalu apakah rencana operasional akan berdampak? Ibnu berharap tidak akan berdampak. Operasional RS Sultan Suriansyah tetap ditarget pada akhir 2019 mendatang.

“Pada 2019 mendatang akan ada pembangunan gedung induk atau gedung tiga rumah sakit. Jika ini sudah berdiri maka sisanya pada 2020 hanya finishing,” katanya.

MoU baru akan diajukan dalam waktu dekat. Sebelum disahkan, MoU ini wajib disetujui oleh DPRD Kota Banjarmasin. “Aturannya begitu, harus disetujui dewan dulu,” katanya.

Baca: Calon Istri Ahok, Bripda PND Selalu Berhijab Setiap Jumat Saat Masih SMA Kata Kepala Sekolahnya

Selain persoalan gedung, pemko juga punya masalah mengenai pengadaan alat kesehatan rumah sakit. Untuk tahun ini, pihaknya sudah menganggarkan sebesar Rp 15 miliar untuk pengadaan alat kesehatan. Sisanya, Ibnu berharap bantuan dari provinsi dan pusat.

“Total anggaran yang diperlukan untuk alat kesehatan sebesar Rp 60 miliar. Kekurangannya, saya harap ada bantuan nantinya,” katanya.

Selain itu, berdasarkan penetapan KUA PPAS APBD 2019 nanti, pembangunan RSUD Sultan Suriansyah menjadi Rp 60 miliar.

Baca: Begini Nasib Pengemis yang Kedapatan Bawa Rp 100 Juta Lebih oleh Satpol PP Kandangan

Angka ini naik dari rencana awal yang hanya menganggarkan Rp 50 miliar pada tahun depan. Rupanya anggaran Rp 60 miliar ini untuk membangun gedung tiga atau gedung induk setinggi 10 lantai. Selan itu, dari anggaran itu, sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan incinerator.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Budi Wijaya, menjelaskan MoU harus diubah karena isi MoU lama sudah tidak sesuai lagi. Apalagi isinya hanya untuk dua tahun saja.

“Istilahnya direvisi kembali. Disesuaikan anggarannya,” jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help