Jawaban HTI Setelah Disebut Jadi Dalang #2019GantiPresiden: Fitnah Banget Itu!

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto membantah tudingan ada peran HTI di balik #2019GantiPresiden.

Jawaban HTI Setelah Disebut Jadi Dalang #2019GantiPresiden: Fitnah Banget Itu!
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dalam sebuah diskusi di Maarif Institute, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disebut-sebut sebagai dalang gerakan #2019GantiPresiden oleh Pengamat Intelijen dan Keamanan UIN Syarif Hidayatullah, Robi Sugara.

Namun, Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto membantah tudingan ada peran HTI di balik #2019GantiPresiden.

Ia mengatakan tudingan bahwa HTI sebagai dalang #2019GantiPresiden tersebut adalah fitnah.

"Fitnah banget itu," ucap Ismail saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (7/9/2018).

Baca: Live Streaming Supersoccer.tv - Link Live Streaming Italia vs Polandia UEFA Nations League (Gratis)

Baca: Polda Jateng Siap Bubarkan Jalan Sehat Dihadiri Neno Warisman dan Ahmad Dhani Karena Ini

Baca: Calon Istri Ahok, Bripda PND Selalu Berhijab Setiap Jumat Saat Masih SMA Kata Kepala Sekolahnya

Sebelumnya, pengamat intelijen dan keamanan UIN Syarif Hidayatullah Robi Sugara menduga ada peran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan ISIS dibalik #2019GantiPresiden.

Robi mengatakan HTI hanya memanfaatkan gerakan ini untuk tujuan kekacauan di negeri ini.

Strategi HTI memanfaatkan kekacauan ini mirip dengan yg dilakukan oleh ISIS di Suriah.

Menurutnya, ada dua keuntungan bagi HTI ketika memanfaatkan gerakan ini.

"Pertama, jika terjadi benturan antara dua kelompok yang kemudian terjadi konflik berdarah, HTI akan mengkonsolidasikan kader-kadernya untuk melakukan pergerakan pergantian sistem pemerintahan di Indonesia," ucapnya melalui keterangan yang didapat Tribunnews.com, Jumat (7/9/2018).

"Kedua, adalah ketika gerakan ini berhasil menggulingkan Jokowi, maka kampanye selanjutnya akan mengatakan bahwa presiden berganti tidak akan ada perubahan selagi sistemnya tidak digantikan dengan khilafah," tambahnya.

Ribuan massa aksi dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Malang membawa poster dan bendera dalam aksi damai 212 saat longmarch di Jalan Basuki Rachmat, Kota Malang, Jumat (2/12/2016). Massa aksi menuntut pemerintah dan Polri menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ribuan massa aksi dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Malang membawa poster dan bendera dalam aksi damai 212 saat longmarch di Jalan Basuki Rachmat, Kota Malang, Jumat (2/12/2016). Massa aksi menuntut pemerintah dan Polri menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO (SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO)
Halaman
123
Editor: Murhan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help