Berita Tanahbumbu

Kabar Kendaraan yang 2 Tahun Tak Diregistrasi Ulang Jadi Bodong Dipastikan Hoax

Belakangan ini tersebar spanduk terkait kepemilikan pajak kendaraan yang tidak melakukan pembayaran selama dua tahun berturut.

Kabar Kendaraan yang 2 Tahun Tak Diregistrasi Ulang Jadi Bodong Dipastikan Hoax
istimewa
imbauan hoax 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Belakangan ini tersebar spanduk terkait kepemilikan pajak kendaraan yang tidak melakukan pembayaran selama dua tahun berturut.

Spanduk tersebut berisikan tulisan dari SAMSAT dengan latar belakang tembok warga biru dan sejumlah kursi panjang dari besi. Dibelakangnya ada spanduk terkait peringatan.

Isinya, bertuliskan sebagai Catatan Penting yang menyatakan bila kendaraan tidak diregistrasi ulang, maka kendaraan itu menjadi kendaraan bodong.

Baca: Nyatakan Dukungan ke Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, Gubernur Papua Diingatkan Jasa SBY

Spanduk tersebut bertuliskan Catatan Penting, "Bagi Pemilik Kendaraan Bermotor yang tidak melakukan registrasi ulang selama 2 tahun setelah habis masa berlaku STNK, maka dapat dihapus dari daftar Regident Ranmor sesuai ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2009,"

"Bagi ranmor yang sudah dinyatakan dihapus, tidak dapat diregistrasi kembali sesuai dengan ketentuan peraturan Kapolri Nomor 5 tahun 2012 yang berakibat kendaraan bermotor tidak dapat dioperasionalkan."

Begitulah isi dari spanduk yang terpampang dan tersebar dimedia sosial. Kabar itu terang saja membuat warga kawatir karena tidak semua masyarakat patuh dengan aturan tersebut.

Satu warga Kecamatan Kusan Hilir ini, yang mengaku sudah dua tahun belum bayar pajak. Dia mengaku kawatir karena belum bisa membayar pajak tahunan tersebut.

Baca: Sediakan 200 Menu, Ini Asyiknya nongkrong di Warung Upnormal Banjarbaru

"Itu benar tidak. Masa jadi kendaraan bodong. Surat-surat masih lengkap kok, cuma belum bayar pajak saja dua tahun. Masa aturannya seperti itu," kata warga yang enggan namanya dikorankan itu.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanahbumbu, AKP Novy Adi Wibowo SIK, Jumat (7/9/18) mengatakan spanduk yang tersebar tersebut tidak benar adanya.

"Itu bohong, itu hoax yang disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Baca: BNN Kota Banjarmasin Kumpulkan Para Guru Agar Turut Cegah Peredaran Narkoba

Meski begitu, masyarakat tetap harus patuh untuk membayar pajak kendaraan. Sebab, bila tidak lengkap dan melanggar aturan, maka jajaran kepolisian bisa saja menindaklanjuti dengan tindakan tegas.

"Tetap patuhi aturan. Meski itu hoax tapi ada baiknya masyarakat mematuhi aturan yang telah ditetapkan untuk kepemilikan kendaraan bermotor," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved