Berita Hulu Sungai Selatan

Kalangan Remaja Paling Banyak Direhabilitasi dari Kecanduan Narkoba

Dari Januari hingga Agustus 2018, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) sudah melakukan rehabilitasi

Kalangan Remaja Paling Banyak Direhabilitasi dari Kecanduan Narkoba
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Ketua BNNK HSS Maserup menyampaikan data rehabilitasi yang sudah dilakukan BNNK HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dari Januari hingga Agustus 2018, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) sudah melakukan rehabilitasi pecandu narkoba sebanyak 19 orang.

Ketua BNNK HSS Maserup mengatakan dari total 19 orang yang direhabilitasi, paling banyak dari kalangan remaja dan kalangan dewasa.

Untuk usia 16-19 tahun dengan jumlah sembilan orang.

Usia 20-24 ada satu orang dan usia 25-40 ada sembilan orang yang menjalani rehabilitasi.

Baca: Ihh Lucunya! Balita Sandra Dewi Ini Belum Genap Setahun Sudah Jadi Bintang Iklan

Demikian juga untuk data rehabilitasi pada 2017 lalu.

Usia muda terdata paling banyak yang kecanduan narkoba.

"Untuk data 2017 selama satu tahun ada sebanyak 57 pencandu narkoba yang direhabilitasi. Paling banyak juga dari kalangan remaja usia 16-19 tahun dengan jumlah mencapai 18 orang," katanya, Jumat, (7/9).

Usia 0-15 tahun ada 12 orang.

Usia 16-19 ada 18 orang.

Baca: Cewek Ini Makcomblangnya Ahok dan Polwan Cantik Bripda Puput, Antar Makan ke Bui

Usia 20-24 ada 13 orang dan usia 25-40 ada 14 orang yang direhabilitasi pada 2017 lalu.

Dilihat dari segi pekerjaan, para rehabilitasi yang paling banyak pada 2017 juga dari kalangan remaja dengan status pelajar dan pengangguran.

"Ada status pelajar 23 orang dan pengangguran usia remaja 22 orang. Pencandu lainnya dari kalangan warga biasa, swasta, buruh hingga ada satu ASN yang ikut direhab," katanya.

Untuk 2018, dari segi pekerjaan yang paling banyak direhabilitasi juga dari kalangan remaja dengan status pengangguran atau tidak bekerja.

Baca: Jadwal Puasa Bulan 9 & 10 Muharram, Ini Niat dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura

Bila dilihat dari segi jenis narkoba yang digunakan para pelaku ada perubahan.

Saat 2017 yang paling banyak digunakan jenis obat Carnophen namun pada 2018 ini jenis sabu yang banyak dipakai oleh para pencandu.

"Rehabilitasi yang kita lakukan persentasi keberhasilan sudah di atas 50 persen. Memang masih ada pencandu yang sudah tobat dan ternyata kembali terjerumus," lanjutnya.

Mereka yang direhabilitasi merupakan para pencandu yang sukarela melapor dan meminta rehabilitasi.

BNNK HSS melakukan rehabilitasi secara gratis.

"Sebelum direhab akan dilakukan tes urine, sehingga diketahui jenis obat apa yang dikonsumsi. Selanjutnya rehab akan dilakukan secara berkala dengan delapan kali pertemuan dan rawat jalan," bebernya.

Tempat rehab yang sudah disiapkan secara gratis oleh BNNK HSS ada Klinik Pratama BNNK HSS, RSUD Hasan Basry Kandangan, RS Pratama Negara Kecamatan Daha Selatan, Puskesmas Angkinang, Puskesmas Padang Batung.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help