VIDEO Perjuangan Ustadz Abdul Somad Berdakwah di Pedalaman, Tidur di Tenda, Kibarkan Merah Putih

Dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) bukan hanya roadshow ke beberapa kota di Indonesia tapi juga sampai ke pedalaman.

VIDEO Perjuangan Ustadz Abdul Somad Berdakwah di Pedalaman, Tidur di Tenda, Kibarkan Merah Putih
Instagram
Perjuangan UAS melaksanakan dakwah dilakukan di banyak lokasi, termasuk di pedalaman. 

Tidak ada selimut, walaupun tenda yang dihuninya terlihat tidak dilengkapi penutup tenda.

Walau tinggal di dalam tenda, aktivitas tetap dilakukan Ustadz Abdul Somad bersama warga, mulai dari mengibarkan Sang Saka Merah Putih, berlatih memanah, memberikan tausiah hingga menyalurkan bantuan dari Yayasan Muara untuk membangun Pondok Al-Qur'an Bustanul Hikam.

"Kunjungan ke Talang Mamak. Membawa uang sumbangan jamaah untuk pembangunan Pondok Al-Qur'an Bustanul Hikam. Desa Rantau Langsat Jum'at, 31 Agustus 2018, 19 Dzulhijjah 1439," tulis Ustadz Abdul Somad lewat akun instagramnya @ustadzabdulsomad pada Minggu (2/9/2018).

Beragam komentar pun dituliskan Netizen, termasuk Wakil Ketua Majlis Syura PKS & Wakil Ketua MPR RI 2014-2019, Hidayat Nur Wahid‏.

Ancaman thd UAS unt berceramah adalah aneh. membiarkannya terjadi di negara hukum, sampai dibatalkannya ceramah2 UAS,lebih aneh lagi. Apalagi aparat pasti mengerti, UAS pernah(diundang)berceramah dg Wapres, KSAD,Pimp MPR,dll. Bahkan UAS pernah sepanggung dg Kapolri di AdzDzikra, tulis Hidayat Nur Wahid‏ lewat akun @hnurwahid. (https://twitter.com/hnurwahid/status/1036434879615922176)

"Masyaalah di negeri sendiri mau dakwah diusir, dakwah di pedalaman sabar tuan guru...semoga Allah selalu menjagamu Amin..," tulis Irma lewat akun @nanangirma.setiawan.

"Jangan Bersedih Wahai Tuan Gure Kamoe. 'Tadahkanlah Tangan Engkau ke Atas, Tadahkanlah Wahai Tuan Guru'. Doakan Mereka Supaya Mendapatkan Hidayah Allah SWT. Mereka Tidak Mengerti Bahwasanya Doa Tuan Guru Mustajab Seperti Nabi Muhammad Menadahkan Tangannya Dan Berdoa kepada Allah SWT Langsung di Kabulkan. Sebab Tuan Guru adalah Sang Penerus Rasul. Seandainya Mereka Mengetahui Akan Hal itu Maka Keberkahan dan Rahmat Allah datang di Kota Malang. Namun Mereka Malah Menolak Tuan Guru. Kami Siap Menjadi yang Terdepan buat Tuan Guru. Kami Akan Selalu Mendoakan Tuan Guru. Semoga Panjang Umur dan Sehat Selalu Wahai Tuan Gure Kamoe. dari Bumi Serambi Mekkah Nanggroe Aceh Darussalam (Banda Aceh)," tulis Mar Miaty lewat akun @mar_miaty.

Editor: Murhan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved