Berita Kalteng

Bahan Bakar Mineral Masih Jadi Primadona Ekspor Kalteng

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, melansir hingga, Sabtu (8/9/2018), Nilai ekspor Juni 2018 naik 25,62 persen

Bahan Bakar Mineral Masih Jadi Primadona Ekspor Kalteng
banjarmasin post group/ faturahman
Rapat BPS Kalteng membahas Perekonomian Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, melansir hingga, Sabtu (8/9/2018), Nilai ekspor Juni 2018 naik 25,62 persen, namun impornya turun 43,57 persen dari bulan lalu.

Total nilai ekspor naik 25,62 persen dari US$124,46 juta (Juni 2018) menjadi US156,35 juta (Juli 2018) dan bahan bakar mineral masih menjadi komoditas primadona ekspor (US$103,05 juta), berkontribusi 65,91 persen dari total ekspor.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Antara Marc Marquez dan Valentino Rossi

"Komoditas andalan ekspor selama Juli 2018 masih didominasi oleh sumber daya alam yaitu bahan bakar mineral (US$103,05 juta) atau 65,91 persen dari keseluruhan nilai ekspor," ujar Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya.

Dikatakan, komoditas ekspor lainnya adalah lemak dan minyak hewani/nabati (US$19,12 juta), karet dan barang dari karet (US$10,76 juta), produk kimia (US$9,54 juta) serta kayu dan barang dari kayu (US$5,95 juta).

Terjadi lonjakan kenaikan nilai pada ekspor lemak dan minyak hewani/nabati (225,72 persen), yang diikuti oleh kenaikan karet dan barang dari karet (65,28 persen), bahan bakar mineral (24,19 persen) serta kayu dan barang dari kayu (3,12 persen).

Baca: Desainer Banua Mendunia dan Rutin Tampil di New York Fashion Week, Rupanya Menantu Rudy Ariffin

Disisi impor, terjadi penurunan pada mesin/peralatan listrik (74,26 persen) dan mesin/pesawat mekanik (61,21 persen). Meskipun nilai impor benda-benda dari besi/baja relatif rendah (US$3,40 juta), namun terjadi kenaikan (81,82 persen) dibandingkan Juni 2018.

"Jepang merupakan negara mitra dagang utama destinasi ekspor (US$73,57 juta), berkontribusi 47,05 persen dari total ekspor dan Pelabuhan Sampit mendominasi layanan arus muat komoditas ekspor Kalimantan Tengah (US$26,01 juta), berkontribusi 16,64 persen dari total ekspor," ujarnya lagi.

Nilai ekspor Kalimantan Tengah meningkat 25,62 persen dari US$124,46 juta (Juni 2018) menjadi US$156,35 juta (Juli 2018).

"Namun secara kumulatif terjadi penurunan sebesar 4,33 persen dari US$1.136,95 juta (Januari-Juli 2017) menjadi US$1.087,72 juta (Januari-Juli 2018)," ujarnya lagi.

(banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved