Berita Kalteng

Hary Tanoe Sebut Perlunya Tim Khusus untuk Atasi Kurs Rupiah ke Dolar, Ini Alasannya

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam beberapa waktu ini mendapat perhatian Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoe Sebut Perlunya Tim Khusus untuk Atasi Kurs Rupiah ke Dolar, Ini Alasannya
tribunnews.com
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (17/3/2016). Hary Tanoe memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung untuk dimintai keterangannya sebagai saksi kasus dugaan korupsi retribusi pajak PT Mobile8 Telecom. 

BANJARMASINPOST CO.ID, PALANGKARAYA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa waktu ini mendapat perhatian Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Taipan yang menguasai banyak media televisi di Indonesia ini mengharapkan Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langka untuk mengantisipasi sejak dini agar krisis tersebut tidak berkepanjangan. Langkah tersebut dari yang bersifat jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Antara Marc Marquez dan Valentino Rossi

Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, upaya yang harus disegerakan ialah pemerintah mewajibkan eksportir mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke rupiah sesuai persentase konten lokal produk mereka.

Desakan kewajiban tersebut lantaran selama ini pemerintah hanya mengimbau eksportir membawa DHE ke Tanah Air dan mengonversinya ke rupiah. Data Bank Indonesia (BI) menyebut, baru sekitar 15-16 persen DHE yang dikonversi ke rupiah.

Konversi ini juga tidak akan merugikan para eksportir karena uang yang disimpan dalam rupiah pada nantinya juga akan digunakan mereka untuk membeli material atau bahan baku lokal yang kemudian diolah menjadi produk ekspor.

Baca: Hasil Latihan Bebas MotoGP 2018 Misano Italia, Dovizioso dan Lorenzo Bicara Peluang Geser Marquez

Masih dalam upaya jangka pendek, konversi itu dibarengi dengan usaha mendongkrak investasi asing masuk ke Indonesia. “Kita perlu membentuk tim khusus yang memahami masalah ekonomi, dunia usaha, dan industri untuk roadshow ke pusat-pusat keuangan di luar negeri,” ujar HT lebih lanjut.

Kantong-kantong keuangan dunia itu di antaranya Singapura, Hong Kong, China, Seoul, Tokyo, London, dan New York. Dorongan bagi investasi portofolio masuk Indonesia ini juga dinilai upaya paling cepat. “Bagaimana caranya supaya mereka mau investasi di Indonesia,” tegas HT.

Baca: Kimmy Jayanti Pertanyakan Aksi Garneta Haruni Pamer Anak Dari Suaminya Greg Nwokolo?

Sementara itu, pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar ternyata juga berpengaruh terhadap petani di Kalteng, yang megaku harga jual Rotan, Kelapa Sawit dan Karet turut terkena dampak dalam pelemahan rupiah terhadap Dolar AS tersebut.

Beberapa petani di Palangkaraya mengeluhkan anjloknya harga jual karet akibat dampak krisis tersebut."Kalo saya jual karet ga balik modal, rugi, makanya kami memilih tak beraktifitas, karena biaya produksi tinggi sedangkan harga jual rendah,"ujar Idris salah satu petani. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved