Berita HST

Warga Cukanlipai Ingin Gua Kudahaya Jadi Objek Wisata, Berharap Pemkab Bantu Buka Akses Jalan

Potensi wisata kembali ditemukan di kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kali ini di Desa Cukanlipai, Kecamatan Batangalai Selatan.

Warga Cukanlipai Ingin Gua Kudahaya Jadi Objek Wisata,  Berharap Pemkab Bantu Buka Akses Jalan
ist
Aparat Desa Cukanlipai, Kecamatan Batangalai Selatan, HST saat melakukan survei potensi wuisata di Gua Kudahaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Potensi wisata kembali ditemukan di kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kali ini di Desa Cukanlipai, Kecamatan Batangalai Selatan.

Di desa tersebut, ternyata terdapat lima gua yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Namanya gua Kudahaya. Letaknya, sekitar tiga kilometer dari desa tersebut. ‎‎

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP San Marino 2018 Italia, Lorenzo Pole Position, Marquez ke-5, Rossi?

Survei lokasi gua, telah dilakukan aparat desa setempat, dengan menyusuri lima gua tersebut. Kepala Desa Cukanlipai, Matnur, kepadabanjarmasinpsot.co.id, Sabtu (8/9/2018) mengatakan, sebelumnya, gua tersebut pernah dijelajahi pencinta alam setempat, namun diakui belum banyak dikunjungi karena masalah akses jalan yang belum bisa dilewati kendaraan roda dua.

"Menuju ke sana masih harus menerabas pepohonan dengan berjalan kaki sekitar tiga kilo meter. Yang menarik, guanya ada lima. Letaknya saling berdekatan, antara 500 sampai 700 meter. Sepertinya antargua itu terhubung. Tapi saat survei kami belum selesai menyusurinya karena terbatasnya peralatan,"kata Matnur. Untuk mencapai gua, kata Kades, terlebih dahulu menyeberangi sungai yang tak begitu dalam.

Baca: Live RCTI! Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Mauritius Ujicoba Jelang Piala AFF 2018

Baca: Jadwal & Live Streaming Trans 7 MotoGP San Marino 2018 di Sirkuit Misano Italia

Baca: Jelang Blitar United vs Barito Putera, Misi Laskar Suthan Adam Kudeta Posisi Blitar di Klasemen

Kelima gua tersebut aliran sungainya ke sungai besar, yaitu sungaibatangalai. Di muara gua juga terdapat sungai hingga ke dalam gua, dengan air berwarna kehijauan. Kedalaman air di Muara hingga ke dalam gua, sekitar dua sampai tiga meter. Dinding gua didominasi stalaktit dan stalaknit yang tersusun indah. Menurut Kades, pemandangan alam di sekitar gua maupun di dalam gua, tak kalah indah dengan objek wisata gua Limbuhang, di Desa Haliau Kecamatan Batubenawa.

"Karena itu,kami bersama warga ingin menjadikannya sebagai objek wisata, dengan melakukan survei ke lokasi,"kata Matnur.

Untuk mewujudkannya, pihak pemerintahan desa meminta dukungan pemerintah kabupaten, baik dinas Pariwisata maupun Dinas PU dan Pengembangan Wilayah, untuk membangun jalan menuju gua. Menurut Kades, jalan yang dibutuhkan minimal bisa dilewati kendaraan roda dua.

"Untuk sementara, kami bisa melakukan gotong royong menebas rumput dan pepohonan. Tapi kedepan tetap diperlukan jalan yang permanen. Hal itu tak bisa dibangun dengan dana desa, karena bakal menyedot lumayan besar anggaran belanja desa. Jadi kami tetap minta bantuan pemerintah kabupaten,"kata Matnur.

Baca: MotoGP San Marino 2018, Zohann Jarco Tercepat, Bos Tech3 Sebut Hafizh Syahrin Sangat Lambat

Baca: Uniska Banjarbaru Sabet Trofi Juara Festival Bola Voli Mahasiswa Kalsel 2018, Kandaskan JPOK B

Baca: Karyawati Bank Kalsel Suka Sepeda Hardtrail

Desa Cukanlipai berjarak sekitar 15 kilometer dari Barabai, Kota Kabupaten HST. Warga menyadari objek wisata saat ini merupakan sektor yang bisa mendukung ekonomi masyarakat. Seperti halnya desa Natih yang mendapat support dari Dinas Kehutanan Kalsel, dan Desa Haliau yang kini ramai dikunjungi masyarakat HST maupun luar daerah. Kades menyatakan yakin, gua Kudahaya bakal menjadi objek wisata yang menarik, apalagi jika akses jalannya nanti sudah terbuka, dan dilengkapi infrastruktur pendukung lainya, agar lebih mudah dicapai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved