Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Ditinggal ke Warung Amal, Rumah di Haruyan Dilalap Api, Empat KK Kehilangan Tempat Tinggal

Nahas dialami Suryadi (50). Rumahnya di Desa Haruyan Seberang RT 05 RW 02 Kecamatan Haruyan justru terbakar, Sabtu 8 September 2018,

Ditinggal ke Warung Amal, Rumah di Haruyan Dilalap Api, Empat KK Kehilangan Tempat Tinggal
istimewa
Api yang berkobar dan menghanguskan empat unit rumah warga di Desa Haruyan Seberang, Kecamatan Haruyan, HST, Sabtu malam (8/9/2018). 

BANJARMASINPOST.C0.ID, BARABAI - Nahas dialami Suryadi (50). Saat meninggalkan rumahnya di Desa Haruyan Seberang RT 05 RW 02 Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah ke acara warung amal, ( warung tempat pengumpulan dana untuk pembangunan fasilitas ibadah) di Desa Runtayan, rumahnya justru terbakar, Sabtu 8 September 2018, sekitar pukul 20.30 wita.

Warga setempat pun dibuat panik. Meski tak ada korban jiwa, namun api yang sempat menjalar dari rumah Suryadi tersebut menghanguskan pula tiga rumah lain di sekitarnya, yaitu milik Abdul Muid (49), Kartinah (50) dan Wandi (45).

Baca: Hasil Spanyol vs Inggris UEFA Nations Super League 2018, Three Lions Kalah di Kandang

Empat keluarga itupun akhirnya kehilangan tempat tinggal. Beruntung, api tak sempat menjalar lebih luas lagi, karena 15 menit kemudian mobil pemadam kebakaran berdatangan, dan dalam waktu sekitar 1,5 jam, api berhasil dikendalikan, setelah para relawan BPK yang tergabung dalam 654 Murakata berjibaku dengan Si Jago Merah yang mengamuk.

Informasi yang diperoleh BPost, kobaran api pertama kali ditemukan oleh tetangga korban, Sahruji (45) dan Intan (28). Saat itu api di rumah Suryadi yang sedang kosong ditinggal ke warung amal sudah berkobar besar dari belakang rumah.

Rumah yang terbuat dari kayu itupun dengan cepat terbakar, setelah ditiup angin kencang, lalu menyambar bangunan di sebelahnya, milik Wandi, Abdul Muis dan Kartinah.

Baca: Hasil Swiss vs Islandia UEFA Nations Super League 2018, Swiss Gulung Islandia 6 Gol Tanpa Balas

Warga pun menjadi geger, namun warga berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. 'Untung saja mobil pemadam dengan cepat berdatangan, hingga api tak sampai menjalar lebih luas, dan berhasil dipadamkan dengan bantuan puluhan unit BPK dan para relawan,"ungkap Idrus, warga Haruyan Seberang.

Termasuk, kata Idrus sebuah bangunan sekolah, yaitu SDN 1 Haruyan Seberang yang letaknya berdekatan dengan kobaran api, berhasil diselamatkan. Meski tak ada korban jiwa, dalam peristiwa itu para korban mengalami kerugian materiil yang totalnya ditaksir Rp 700 juta berdasarkan pendataan BPBD HST.

"Tak ada harta benda yang sempat diselamatkan para korban, karena api dengan begitu cepat menghanguskan tempat tinggal mereka,"kata Idrus.

Untuk sementara, pasca kehilangan tempat tinggal, para korban untuk sementara tinggal di rumah tetangganya, dan sebagian ke tempat keluarganya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah HST, Ali Fahmi mengimbau warga agar saat meninggalkan rumah memeriksa dapur, untuk memastikan tidak ada api yang dihidupkan dari kompor, maupun dapur kayu. Termasuk bagian instalasi listrik seperti colokan serta alat elektonik lainnya tak ditinggalkan dalam kondisi menyala atau dicolok ke listrik.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved