Pilpres 2019

Fadli Zon Tegur Presiden Jokowi Soal Munculnya Gerakan Separatis, Intelijen Pun Disentil

Jelang pelaksanaan Pilpres 2019, muncul berbagai gerakan dukungan. Mulai aksi nyata hingga di sosial media.

Fadli Zon Tegur Presiden Jokowi Soal Munculnya Gerakan Separatis, Intelijen Pun Disentil
kompas.com
Fadli Zon 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jelang pelaksanaan Pilpres 2019, muncul berbagai gerakan dukungan. Mulai aksi nyata hingga di sosial media.

Yang jadi sorotan adalah dukungan gerakan separatisme Papua Merdeka. 

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menemukan sebuah akun twitter yang menggalang dukungan gerakan separatisme tersebut.

Lewat unggahan twitternya, Fadli Zon mengingatkan Presiden Joko Widodo agar mengatasi gerakan separatisme dengan tegas.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Lorenzo Pole Position, Marquez 5, Rossi 7

Baca: Presiden Jokowi Mundur Atau Cuti Saat Pilpres 2019, Yusril : Tak Ada Aturan Soal Itu

Baca: Pengakuan Orangtua Bripda PND Soal Rencana Pernikahan dengan Ahok, Sempat Kenalkan Teman Pria

Baca: Jawaban Bripda Puput Soal Rencana Pernikahannya dengan Ahok, Rekan Sejawat Tak Tahu

Ia juga mengimbau agar institusi keamanan seperti TNI dan Polri berfokus untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukannya digunakan sebagai alat politik.

Twitter Fadli Zon
Twitter Fadli Zon (twitter fadli zon)

"P @jokowi grkn separatisme wajib diatasi tegas. Institusi pertahanan keamanan intelijen difokuskan jaga NKRI. Jgn dipakai alat politik 2019," cuit Fadli, Minggu (9/9/2018).

Sementara itu pada 2017 lalu, Kelompok kriminal separatis bersenjata di Papua terus melakukan aksinya.

Kelompok tersebut melakukan bahkan melakukan penyanderaan terhadap warga sipil dan mengancam perlawanan terhadap TNI dan Polri.

Tak hanya itu, Gerakan Papua Merdeka telah menyebar ke ranah akademisi.

Baca: Tanggapan Mahfud MD Soal Presiden Jokowi Harus Mundur Atau Cuti di Pilpres 2019

Sebanyak 34 orang mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) diamankan aparat kepolisian karena diduga terlibat gerakan separatisme Papua Merdeka.

Mereka ditangkap di halaman depan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Selasa (4/9/2018) siang.

Diduga, 34 mahasiswa ini ada kaitannya dengan aksi gerakan Papua Merdeka karena menyebarkan selebaran kegiatan United Liberation Movement For West Papua (ULMFWP) kepada masyarakat dengan menggunakan media sosial ataupun membagikannya di jalan-jalan.

Diketahui, isi selebaran ULMFWP itu menyerukan agar pelajar dan pegawai serta masyarakat meliburkan diri dan ikut berkumpul untuk aksi damai menyerukan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

Baca: Hasil Lengkap UEFA Nations League 2019, Luksemburg Pecahkan Sejarah, Spanyol dan Swiss Menang

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Robby Urbinas mengungkapkan, mereka diamankan lantaran ketahuan melakukan aksi atas tindak lanjut dari selebaran yang disebar oleh ULMFWP di berbagai media sosial beberapa hari terakhir ini.

“Saat ini oleh penyidik tengah melakukan klarifikasi terhadap 34 orang yang kita amankan itu. Walaupun kegiatannya dilakukan di dalam kampus, akan tetapi tujuannya sudah jelas tidak menjaga keutuhan negara kita, apalagi tidak masuk dalam agenda resmi universitas. Itu sebabnya kami melakukan pembubaran dan mengamankan mereka untuk dimintai klarifikasinya,” ungkap Gustav di Mapolres Jayapura Kota, Selasa malam, dilansir TribunWow dari Kompas.com.

Baca: Wajah Ahok Semringah Saat Bahas Pernikahan dengan Pengacaranya, Enggan dengan Janda

Gustav juga menyebutkan, adapun barang bukti yang diamankan aparat kepolisian berupa pengeras suara serta spanduk berisi ucapan terima kasih kepada Vanuatu dan Solomon (untuk dukungannya kepada West Papua), persis kaitannya denga isi selebaran itu.

“Ini semuanya mahasiswa. Itu sebabnya kami akan minta klarifikasi kepada pihak kampus. Bagaimana ada orang di luar kampus bisa membuat kegiatan di area kampus atau kalau kegiatannya resmi dalam agenda kampus, kami kepolisian tidak akan masuk ke lingkungan kampus. Kenapa saya masuk? Karena arah kegiatannya tidak menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ada Gerakan Separatis di Medsos, Fadli Zon Tegur Jokowi: TNI Polri Jangan Dipakai Alat Politik

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved