Pilpres 2019

Gubernur Papua Membelot Dukung Jokowi, Gerindra: Tak Ada Perlakuan Khusus bagi Papua

Gubernur Papua, Lukas Enambe yang juga pengurus partai Demokrat secara terang-terangan menyatakan dukungan ke pasangan

Gubernur Papua Membelot Dukung Jokowi, Gerindra: Tak Ada Perlakuan Khusus bagi Papua
YouTube
Waketum Gerindra Ferry Juliantono 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kader Demokrat di daerah yang menjabat posisi penting menyuarakan pendapat terkait pilihan mereka di Pilpres 2019.

Gubernur Papua, Lukas Enambe yang juga pengurus partai Demokrat secara terang-terangan menyatakan dukungan ke pasangan Capres 2019 dan Cawapres 2019 Joko Widodo dan Maruf Amin.

Diketahui, Demokrat merupakan koalisi dari Gerindra untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dilansir dari tayangan Live Streaming Kabar Petang, TV One, Minggu (9/9/2018), Gerindra melalui Waketumnya, Ferry Juliantono memberikan tanggapan soal kader Demokrat yang membelot dukungan namun belum diberikan teguran dari Partai.

Ferry menjawab jika setiap partai memiliki kebijaksaan sendiri-sendiri.

Baca: Klasemen MotoGP 2018 Usai Dovizioso Juara di MotoGP San Marino 2018, Valentino Rossi Tergeser

Baca: Ini Dia Kisi-kisi Soal CPNS 2018, Mau Sukses Soal Dijawab Semua, Nilai Tertingg 5 & Terendah 0

Baca: 19 September Pendaftaran CPNS 2018 - BKN Pusat Minta Daerah Bikin Persyaratan Jangan Neko-neko

Baca: Istri Gantung Diri di Rumah, Suami Buru-buru Pulang karena Dapat Firasat Ini

Baca: Wow! Di Singapura Ashanty Makan Daging Seharga Rp 3 Juta, Azriel: Rasanya Tidak Enak

Terlebih alasan Demokrat adalah agar mengamankan suara partai di daerah.

"Setiap partai punya kebijaksanaan, apalagi dari Demokrat mengatakan jika ada pertimbangan-pertimbangan khusus yang menyangkut kepentingan partai Demokrat dalam pemilu legislatif ya tentu kita akan hormati," jawab Ferry.

Namun, Ferry memberikan sikap optimis jika Demokrat akan tetap berkoalisi penuh mendukung Prabowo dan Sandiaga.

"Kami meyakini bahwa partai Demorkat, Pak SBY akan dengan sangat bijaksana memilah mana yang kemudian bisa bermanfaat bagi koalisi, bermanfaat bagi pemenangan Pak Prabowo dan Pak Sandi," tambahnya.

Waketum Gerindra ini juga mengatakan jika ada perlakuan khusus bagi Papua.

"Khusus untuk Papua ini kan sebenarnya daerah-daerah yang bukan kota terutama yang di gunung-gunung itu kan sistem penghitungannya menggunakan sistem tersendiri, kalau lihat dari pengalaman pilpres 2014, ada beberapa daerah itu pasangan Prabowo-Hatta pada saat itu nol.

Jadi untuk Provinsi Papua secara khusus harus mewaspadai penggunaaan instrumen-instrumen pemerintahan maupun aparat untuk ikut terlibat bermain sehingga pelaksanaan pileg maupun pilpres tidak berjalan demokratis," ujar Ferry Juliantono.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Tribunnews, DPP Partai Demokrat memberikan dispensasi khusus kepada pengurus partainya di Papua termasuk Lukas Enembe yang memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Alasannya dukungan tersebut diberikan karena kader Demokrat di Papua menginginkan partai mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Satu di antaranya Papua, kami sedang pikirkan memang karena di sana karena kader-kader kami mayoritas waktu melakukan Rakorda (rapat kordinasi daerah) memang menginginkan berkoalisi dengan pak Jokowi," kata Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahaean, di Jalan Kuningan Timur VII, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, (9/9//2018).

Menurut Ferdinand kader Demokrat di Papua mayoritas menginginkan partainya mendukung Jokowi.

Dari 100 persen, sekitar 92 persennya menginginkan bergabung dengan koalisi pemerintah.

"Jadi kami memaklumi apa yang disampaikan pak Lukas Enembe. tetapi memang penyampaiannya yang mungkin terlalu bersemangat, itu pun kami sudah koordinasi supaya memilih kalimat-kalimat yang tidak seolah bertentangan dengan DPP," katanya.

Karena itu, Demokrat menurut Ferdinand tidak akan memberikan sanksi kepada Gubernur Papua yang menjabat Ketua Demokrat Papua, Lukas Enembe karena bertentangan dengan keputusan partai, memberikan dukungan kepada Jokowi.

Partainya menurut Ferdinand tidak mau mengorbankan para calegnya di Papua tidak dipilih masyarakat karena berbeda dukungan pada Pilpres.

"Tidak ada sanksi, tidak ada sanksi, kan saya sudah jelakan barusan, barusan saya jelaskan bahwa memang ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus," katanya. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Editor: Didik Trio
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help