Berita Internasional

Ada Klinik yang Aborsi Kehamilan Besar, Mengerikannya 200 Perempuan Dilayani Tiap Tahun

Perjalanan mendatangi klinik Marie Stopes merupakan satu hal yang mengerikan bagi lebih dari 200 perempuan

Ada Klinik yang Aborsi Kehamilan Besar, Mengerikannya 200 Perempuan Dilayani Tiap Tahun
Internet
Ilustrasi aborsi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Klinik Marie Stopes di Melbourne timur merupakan satu-satunya klinik yang menyediakan layanan aborsi di usia kehamilan yang sudah besar.

Perjalanan mendatangi klinik Marie Stopes merupakan satu hal yang mengerikan bagi lebih dari 200 perempuan yang mendatangi klinik ini setiap tahunnya untuk mengakses prosedur aborsi yang ditolak di tempat lain.

Semua pasien di klinik ini besar kemungkinan sebelumnya pernah ditolak oleh banyak dokter dan rumah sakit.

Dan sebelum dilarang oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria pada tahun 2015, pengunjung klinik sudah pasti harus menghadapi aktivis anti aborsi yang menggelar aksi unjuk rasa di pintu masuk fasilitas ini.

Seorang dokter yang bekerja di klinik ini mengatakan untuk bisa melalui pintu klinik ini pasien mereka perlu menepiskan semua pilihan lain.

Baca: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 H dalam Bahasa Arab dan Latin

Baca: Sambut Tahun Baru Islam 2018, Ini Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun yang Diajarkan Rasulullah

Baca: Doa Akhir Tahun Sudah Dibaca, Ini Doa Awal Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram Bahasa Arab & Latin

Baca: Bule Ini Sebut Jalanan di Kota Banjarmasin Benar-benar Serem, Ini Faktanya

Baca: Hotman Paris Sarankan Polisi Usut Roy Suryo yang Belum kembalikan Aset Kemenpora

"Tidak satu pun dari wanita-wanita ini akan memilih mengambil prosedur ini dengan ringan," kata Dr Herbert, yang meminta agar nama depannya dirahasiakan.

"Siapa kita yang menghakimi keputusan orang lain kecuali kita memahami situasi mereka?"

Perdebatan terkait aborsi begitu memecah-belah, bahkan para profesional medis harus berpihak. Dan banyak dari mereka menolak melakukan prosedur ini atas dasar agama atau moral.

Tetapi tidak ada penentang hati nurani di fasilitas ini.

"Ini adalah passion saya untuk mengadvokasi hak perempuan dalam memilih untuk melakukan aborsi atau tidak," kata Dr Herbert.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help