Serambi Ummah

Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriyah, Tahun Baru Islam 2018: 1 Muharram 1440 H

Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriyah, Tahun Baru Islam 2018: 1 Muharram 1440 H

Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriyah, Tahun Baru Islam 2018: 1 Muharram 1440 H
Banjarmasinpost.co.id/Ibrahim Ashabirin
Pawai menyambut Tahun Baru Islam di Tapin, Rabu (20/9/2017). 

Ya Alloh! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba: kami mohon kepada MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada MU dengan sedekat-dekatnya.

Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!

Baca: Bacaan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Sambut Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 H

Warga Desa Mudalang saat bergotong royong membuat bubur asyura, Sabtu (24/11/2012).
Warga Desa Mudalang saat bergotong royong membuat bubur asyura, Sabtu (24/11/2012). (Mukhtar Wahid)

Bulan Muharram menjadi salah satu bulan suci bagi umat Islam, selain bulan Ramadhan.

Amalan Tahun Baru Islam

Keistimewaan tanggal 1 Muharram adalah berkaitan dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah.

Rasulullah SAW menyebut bulan Muharram menjadi bulan yang istimewa untuk memperbanyak amalan ibadah.

Allah SWT menjelaskan dalam Al-Qur'an, bahwa telah menjadikan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan yang disucikan.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (QS. At-Taubah: 36)

Dilansir TribunStyle.com dari infaqdakwahsenter.com, Minggu (9/9/2018), pada bulan Muharram, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah puasa.

Halaman
1234
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved