Berita Banjarbaru

Ini Solusi Limbah Sasirangan Teknologi Filtrasi Dosen FMIPA ULM

Pengelolaan limbah khususnya limbah cair sasirangan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan ditambah dengan meningkatnya

Ini Solusi Limbah Sasirangan Teknologi Filtrasi Dosen FMIPA ULM
istimewa/ulm
Pengelolaan limbah khususnya limbah cair sasirangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pengelolaan limbah khususnya limbah cair sasirangan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan ditambah dengan meningkatnya jumlah pengrajin dan pasar yang ada saat ini, sehingga pengolahan limbah menjadi wajib bagi pengrajin sasirangan.

Kendala yang ada dalam pengolahan adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada di masyarakat belum mampu untuk mengantisipasi potensi dampak pencemaran limbah sasirangan, maka perlu upaya minimasi limbah sasirangan baik itu dari aspek kebijakan pemerintah dalam rangka menekan jumlah air limbah yang dihasilkan maupun dari aspek ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendapatkan berbagai alternatif teknologi pengolahan limbah yang efektif dan efisien.

Baca: Jadwal Puasa di Bulan Muharram, Ini Lafadz Niat Puasa Asyura, Tasuah dan Ayyamul Bidh

Penelitian yang telah dilakukan para peneliti proses pengolahan proses koagulasi, filtrasi dan adsorpsi, biomaterial seperti kitosan dan arang aktif, namun penelitian penelitian tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal.

FMIPA ULM sebagai institusi pendidikan dan penelitian wajib menerapkan ilmu sebagai bentuk aplikasi keilmuwan di masyarakat sehingga lebih bermanfaat.

Baca: Iwan Fals Buat Polling Pilpres 2019 Lagi, Pasangan Ditukar Jokowi-Sandi & Paraboro-Maruf

Tim Dosen FMIPA ULM yang terdiri dari Arfan Eko Fahrudin, M.Eng, Difa Intania, S. Farm, M. Farm., Simon Sadok Siregar, M.Si, Totok Wianto, S.Si., M.Si, dan Ori Minarto, S.Si., terus memeras otak untuk membuat sistem pengolah limbah sasirangan yang mudah, murah dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada seperti Pasir silika, Karbon Aktif, Serat Pohon Enau, Batuan serpentinit dan sistem tersebut saat ini telah selesai di buat dan di uji coba.

"Sistem ini di buat tim setelah mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat di Kalsel khususnya pengrajin sasirangan terutama yang mengalami keluhan terhadap manajemen limbah. Mereka mengeluhkan limbah khususnya limbah cair sangat meberikan dampak terhadap lingkungan, karena saat ini limbah dibuang langsung tanpa pengolahan yang baik," ucap Totok Wianto.

Baca: Kaki Kanan Ayah Pevita Pearce Diamputasi Setelah 8 Bulan Dipertahankan, Diduga Karena Kecelakaan

Di NDF Sasirangan Hj Imay, Sei Tiung Cempaka, Senin (10/9), dapat dilihat dengan dimensi Ukuran Bak pengolahan sekitar 2x6 meter yang terdiri dari 3 unit pengolahan dengan berbagai macam variasi, maka limbah yang dihasilkan saat ini sudah aman dari standar baku mutu.

Arfan salah satu tim mengatakan sistem ini menggunakan bahan dari sekitar sehingga masyarakat dapat merawat dan membuat yang serupa akan jadi lebih mudah.

"Sistem ini juga akan selalu dilihat keberlanjutannya sehingga memberikan manfaat yang lebih besar khususnya bagi pengrajin sasirangan," ujar Totok.

Dengan membumikan hasil penelitian yang ada di perguruan Tinggi diharapkan akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, pada akhirnya taraf hidup masyarakat akan meningkat baik dari segi kesehatan maupun taraf ekonomi, dan ilmu yang dimiliki oleh civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat akan bermanfaat dan berdayaguna.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved