Melihat Kehidupan Bule di Banjarmasin

Mahasiswi Jerman: Banjarmasin Kota Besar, Padat dan Sangat Unik

Mahasiswi asal Jerman, Clara dan Frauke yang ditemui reporter Banjarmasinpost.co.id Sabtu menyebut jika Banjarmasin

Mahasiswi Jerman: Banjarmasin Kota Besar, Padat dan Sangat Unik
Noor Masrida
Frauke (Baju putih) dan Clara (baju motif) mahasiswi Jerman yang mengikuti Program AISEC di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banjarmasin adalah kota yang besar dan padat. Setidaknya itulah kesan pertama yang ada terlintas dibenak Frauke dan Clara, dua mahasiswi Jerman yang sedang mengikuti Program AISEC di Kota Banjarmasin.

Mahasiswi asal Jerman, Clara dan Frauke yang ditemui reporter Banjarmasinpost.co.id Sabtu, (01/09/2018) menyebut jika Banjarmasin merupakan kota yang ramai.

"Pertama kali datang kemari, aku rasa Banjarmasin adalah kota besar, setiap tempat yang kami kunjungi selalu ramai," terang Frauke.

"Ya... Aku setuju dengan Frauke, dibanding dengan tempat tinggalku, kurasa Banjarmasin bisa dikatakan kota besar," timpal Clara.

Frauke mengaku tak terlalu kaget saat pertama kali datang ke Banjarmasin dengan keadaan kota yang padat dan macet.

Baca: Bule Ini Sebut Jalanan di Kota Banjarmasin Benar-benar Serem, Ini Faktanya

Baca: Belum Makan Kalau Tak Makan Nasi, Tapi Bule Malah Sakit Perut Makan Soto Banjar

Baca: Ternyata Kata Ini yang Paling Sering Didengar Orang Asing Selama Tinggal di Banjarmasin

Baca: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 H dalam Bahasa Arab dan Latin

"Tempat pertama di Indonesia yang kukunjungi adalah Banjarmasin, namun aku sudah pernah bepergian ke wilayah-wilayah di Eropa, ke New York, dan Korea Selatan, jadi mengunjungi tempat-tempat ramai kayaknya bukan hal yang asing," jelas Frauke.

"Tentu saja aku bilang Banjarmasin adalah kota besar, dibanding tempat tinggalku di Jerman yang mungkin hanya ada sekitar 400 populasi, daerahnya memang dipinggiran kota," lanjutnya.

Baju putih (Frauke) baju motif (Clara) Mahasiswi Jerman yang mengikuti Program AISEC di Banjarmasin
Baju putih (Frauke) baju motif (Clara) Mahasiswi Jerman yang mengikuti Program AISEC di Banjarmasin (Noor Masrida)

Hal berbeda justru dikatakan Jane Ludwig, pelancong asal Jerman lainnya yang ditemui pada Senin (03/09/2018).

"Banjarmasin bisa dikatakan lumayan modern, tapi kamu juga bisa melihat hal-hal tradisional di sini. Itu yang membuat Banjarmasin unik," papar Jane yang saat itu sudah 8 hari mengunjungi Banjarmasin.

"Di sini kamu bisa naik kendaraan bermotor, di darat dan di sungai, rasanya keren saja bisa melihat kehidupan orang-orang khususnya yang bertempat tinggal di pinggir sungai," lanjutnya.

Sebagai seorang pelancong, wanita 26 tahun itu mengaku senang mencoba hal-hal baru termasuk menginap di tempat orang yang bermukim di tepian sungai.

"Aku pernah menginap di rumah di tepian sungai. Mandi di sungai dan itu rasanya seperti kembali ke alam. Sungai adalah bagian dari hidup mereka," tutup Jane.

(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved